Pagelaran Pesona Budaya II Pengadangan – Pringgasela “Tarik Minat Wisatawan Mancanegara”

Lomtim corongrakyat.co.id || Ada yang berbeda dari rangkaian pergelaran Pesona Budaya II di Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Kali ini,  ‘Ngelu Ujan’  sebagai salah satu ritual masyarakat setempat dimasukan dalam event Parade Budaya Pengadangan.

Menurut keyakinan masyarakat, ‘Ngelu Ujan’ sebagai ritual berdo’a untuk meminta hujan. Biasanya, setelah ritual ini digelar, hujan akan turun. Ritual ini, akan dihadiri para tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat khusus di wilayah Desa Pengadangan dan sekitarnya dengan sajian makanan yang hanya berasal dari tumbuh-tumbuhan atau sayuran.

Tidak diperbolehkan menyajikan makanan  berbau daging. Karena hal itu sebagai bentuk pantangan ritual adat setempat. “Seluruh warga dikerahkan untuk membawa sajian kuliner khas Pengadangan dari berbagai tingkaan. Tidak ada makanan berbahan daging, kecuali ikan laut dan sayuran.

 Ritual budaya ini sebagai salah satu rangkaian kegiatan yang akan digelar pada acara pembukaan yakni Betetulak ritual doa penolak bala   ” papar Ardiono Ketua Panitia Parade Budaya II Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela.

Ngelu Ujan  biasanya dilaksanakan sebelum kegiatan budaya desa. Sehingga, pada saat kegiatan budaya berlangsung pementasan budaya sepi peminat karena kondisi cuaca hujan yang selalu turun.

Ketua adat sasak Desa Pengadangan atau yang akrab disapa Amaq Juang itu menegaskan, kegiatan budaya bertema “ADAT GAMA” pada event parade budaya melibatkan semua komponen masyarakat setempat di Desa Pengadangan mulai 30 Oktober – 9 November 2019 mendatang.

 Event ini juga mengundang berbagai pihak terutama stoke holder yang berkaitan dengan budaya dan pariwisata. ” Rombongan tamu yang berasal dari Australia akan menghadiri kegiatan Parade Budaya II. Itu setelah ada konfirmasi resmi dari Badan Pengembangan Pariwisata Daerah (BPPD) NTB,” sebutnya.

Agenda resmi ini tambah Amaq Juang, sebagai momentum untuk memperkenalkan wisata budaya khususnya Desa Pengadangan dan umumnya Budaya Sasak.

Selain itu, sejumlah rangkaian kegiatan lainnya juga akan digelar hingga 10 hari kedepan dengan berbagai atraksi dan pentas kesenian budaya lokal setempat. Kegiatan itu diantaranya, Betetulak, Presean, Ngelu Ujan Mulud Kebon Doe, Njeleng Minyak 1000 Hajat yang dirangkaikan pada closing ceremony Mulud Beleq. “Disela-sela parade budaya II juga akan digelar Musyakarah Adat Sasak Paer Timuq (Maspati), 27/10 mendatang,” sebutnya.

Koordinator acara Parade budaya II, Mansur Annasip membeberkan rencana seni budaya khususnya kesenian tradisional khas Pengadangan. Diantaranya, kesenian Gamelan Beleq, Kerikil, Ceroncong, Cungklik, Rantok digandeng dengan Bebuntaran dan Wayang Kulit.

“Konsep alat musik kesenian ini akan ditata setiap 50 meter menuju arena pusat budaya. Termasuk, memamerkan hasil karya desa setempat berupa kerajinan tangan dan sebagainya,” sebut Mansur.

Juga, akan dibuka stand pameran kuliner khas Pengadangan sebagai bentuk upaya melestarikan budayanya. Cr-SH