LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilhan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Lombok Timur yang akan diselenggarakan pada tahun 2018 sejak kini sudah bermunculan sejumlah nama tokoh sebagai bakal calon, baik perorangan maupun yang sudah memasangkan diri.
Mahmud misalkan, sebutan tersebut adalah singkatan gabungan nama pasangan bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati Lombok Timur pada Pemilukada 2018, yakni Mansur, SH., MH – Abdul Muhid, SH., MH.
Berdasarkan analisa sejumlah tokoh di Lombok Timur, bahwa pasangan Mahmud merupakan pasangan ideal sebagai pemimpin Gumi Patuh Karya.
Secara akademis dan profesi, keduanya memiliki kesamaan, yakni sama-sama berlatar belakang hukum dimana Masur, SH., MH adalah lowyer atau pengacara kawakan Lombok dan kini masih menjabat sebagai Ketua Kongres Advokasi Indonesia (KAI) Lombok Timur dan Ketua Kamar Dagang dan Industeri (Kadin) Lombok Timur.
Sedangkan Abdul Muhid, SH., MH juga pernah menjadi lowyer dan bahkan hingga kini masih tercatat aktif sebagai anggota KAI Lombok Timur.
“Namun demikian kedua tokoh ini memiliki pengalaman yang berbeda, yang mana Mansur, SH., MH kini masih aktif memberikan pendampingan hukum terhadap masyarakat Lombok Timur, sedangkan Abdul Muhid, SH.,MH kini meniti karir politik sebagai Anggota DPRD Lombok Timur setelah sebelumnya juga sebagai pengacara,” ujar Muhammad Ali, salah seorang tokoh muda Lombok Timur di Selong, Jum’at (30-12-2016).
Selain itu, tambah Ali, masih banyak pengalaman berorganisasi dan gerakan sosial kemasyarakatan yang telah dan sedang dilakoni kedua tekoh tersebut.
“Selain tegas dan berwibawa, kedua tokoh ini juga memiliki kesama’an sifat, yakni humanis dan humoris,” ujar kandidat Doktor fakultas Ekonomi salah satu perguruan tinggi di Malang.
Sementara itu, ditemui di kediamannya, Mansur, SH., MH pada Corong Rakyat menegaskan, bahwa tekadnya untuk berjuang menjadi pemimpin Lombok Timur bersama Abdul Muhid, SH., MH sudah benar-benar matang dan terencana.
“Sesungguhnya kami sudah siap tempur, terlebih lagi setelah mendapatkan dukungan dari beberapa elemen masyarakat Lombok Timur,” tegas lelaki murah senyum ini.
Bahkan, lanjutnya pula, sebagai bentuk kesiapan, kami telah mempersiapkan sedikitnya 50.000 lembar photo kopy KTP masyarakat Lombok Timur sebagai kelengkapan administrasi pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lombok Timur nanti.
Selain itu, di tempat yang sama Abdul Muhid, SH., MH menuturkan, bahwa pihaknya akan menempuh jalur independen. Hal itu dikatakannya mengingat derasnya aliran dukungan dari masyarakat Lombok Timur.
“Walau demikian, kami juga tetap membuka diri bagi partai politik (Parpol) yang mau bersama-sama berjuang dengan kami untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat Lombok Timur,” ujar Dekan Fakultas Hukum Universitas Gunung Rinjani (UDR) tahun 2003 itu.
Dikatakannya pula, bahwa kata Mahmud tidak saja diambil dari singkatan gabungan nama mereka, namum lebih luasnya akronim Mahmud dipilihnya sebagai singkatan dari “Masyarakat Harus Makmur untuk Demokrasi” yang mana pemilihan kalimat itu sebagai acuan pembangunan di Lombok Timur jika ia diamanatkan untuk memimpin Lombok Timur kelak. (cr-max)

