Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur menyampaikan operasi perbatasan ramah Covid-19 di tiga titik check point serta posko pemeriksaan dan penjemputan di Bandara dihentikan per hari ini.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id -Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy mengunjungi Gedung Isolasi Rusunawa di Labuhan Lombok untuk meninjau kesiapan pemindahan Pasien PDP ke dua Rumah Sakit Rujukan COVID-19 pada Selasa, (26/05) didampingi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lombok Timur.
Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy menuturkan, Pasien PDP dan ODP dipindahkan agar mendapatkan perawatan intensif, dengan harapan pasien lebih cepat sembuh dan tidak ada lagi potensi penambahan terkonfirmasi positif dari PDP dan ODP yang ada di Lombok Timur saat ini. Jumlah pasien PDP penghuni rusunawa tersebut sebanyak 35 orang saat ini sedang melaksanakan tes swab dan akan dipindahkan ke RSUD Dr. R. Soedjono Selong untuk pasien yang membutuhkan perawatan intensif dan di RSUD Lombok Timur di Labuhan Haji untuk pasien dengan kondisi biasa yang telah disiapkan untuk 50 pasien.
Selain itu Bupati Sukiman juga menyampaikan bahwa operasi perbatasan ramah Covid-19 di tiga titik check point serta posko pemeriksaan dan penjemputan di Bandara dihentikan per hari ini.
“Berdasarkan kegiatan yang pernah dilaksanakan, mulai dari operasi perbatasan, rapid tes berbasis pasar, rapid tes berbasis masjid, rapid tes berbasis ASN dan lainnya, akan dikaji secara ilmiah untuk menyusun langkah dan kebijakan ke depan. Utamanya terkait tempat ibadah, anak sekolah dan lainnya guna menyesuaikan aturan Provinsi,” Ujar Bupati.
Sementara itu Sekertaris Daerah (Sekda) Lombok Timur H. M. Juaini Taofik menambahkan, Gugus Tugas Covid-19 Lombok Timur akan fokus merawat dan mentracking kasus yang sudah ada di Lombok Timur. ia juga mengatakan hari ini pasien yang ada di Rusun dipindahkan ke RSUD Labuhan Haji supaya perawatannya lebih intensif
Juaini juga menghimbau, semua berpeluang terpapar Covid 19, karena itu secara Pribadi dan keluarga Kita harus waspada dengan cara mengikuti himbauan pemerintah dan bagi keluarga yang sudah terpapar pada saat tracking hendaknya dimohon kejujuranya. “Supaya petugas lebih cepat mengintervensinya dengan cara rapid atau swab,” Harap Juaini. ( Cr- Wenk).

