Muhaidin Penderita Kulit Melepuh Di Bawa Ke RSUP NTB

Muhaidin seorang anak berusia sekitar 14 Tahun dari Dusun saleh Sungkar, Desa Labuan Lombok, Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur mengalami penyakit Pemphigus vulgaris/penyakit autoimun langka yang menyebabkan kulitnya membengkak, menggelembung dan terkelupas di semua badannya, mulai dari ujung kaki sampai kepalanya. 19/02.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id -Menurut pengakuan Dr. Lisa, S.PK di RSUD Soejono Selong, Muhaidin perlu di berikan tindakan lanjutan dan harus merujuk ke RSUP NTB supaya pasien di tangani lebih intensif dari spesialis dengan perlengkapan yang lebih memadai.

Pada tanggal 18 Februari 2020 sekitar pukul 10.00 Wita Muhaidin di rujukan di RSUD Selong dan sekitar pukul 21.30 Wita, pasien baru di berangkatkan dengan menggunakan Ambulance RSUD Selong yang di kawal oleh Zaidi Ahmad pendamping sosial Lombok Timur bersama 4 anggota keluarganya yaitu Ibu, kakak, bibi dan misan Muhaidin.

Mereka sampai di RSUP NTB sekitar pukul 22.30 Wita di IGD RSUP NTB.

Dari pihak RSUP NTB menerima dan memberikan perlakuan, sementara di tempatkan di ruang IGD sembari menunggu hasil observasi ulang pasien untuk di  pindah ke ruang yang sudah di sediakan.

Ketua KAHMI Lombok Timur, Saparudin, M. Pd.I, dan Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Lombok Timur, Lalu Usman Ali bersama dua anggota sudah menunggu terlebih dahulu di RSUP NTB untuk memastikan lokasi dan penerimaan pihak RSUP. 

Ketua KAHMI Lombok Timur yang juga Korkab PKH Lombok Timur mengatakan bahwa, Muhaidin mengalami penyakit Pemphigus vulgaris /autoimun ini sudah lama sekitar 5 bulan dan karena penyakit ini ia tidak bisa melanjutkan sekolahnya di SMP 2 Pringgabaya.

Saparudin menambahkan bahwa tiga hari lalu (Sabtu, 15/2/2020) dia bersama pengurus KAHMI Lombok Timur menjenguk Muhaidin sekalian menyampaikan bantuan dari hasil sumbangan anggota  KAHMI.

“Sungguh kami sangat miris dan tersayat-sayat hati melihat kondisi adik muhaidin, sekujur tubuhnya melepuh dan kaki tangannya terkelupas berdarah dan punggugnya terdapat 3 lubang yang kalau di perhatikan tulangnya mulai terlihat karena dia tidak bisa menggerakan badan apalagi berdiri,” Ujar Saparudin.

Zaidi Ahmad yang dari awal mendampingi muhaidin mengatakan, setelah Muhaidin mulai di rawat inap di RSUD Selong pada tanggal 10 Desember 2019, dimana sebelumnya Ia sudah sakit sekitar 3 bulan di rawat  dengan cara penangannya  rawat jalan di Puskemas Labuan Lombok maka keluarga memilih pengobatan di Rumah dengan seadanya.

“Setelah kami mengetahui kondisi Muhaidin makin parah, kami meminta izin sama keluarganya untuk di rawat inap mulai Desember sampai dengan Januari 2020,” katanya

Lanjut Zaidi, Setelah sekitar sebulan di RSUD Selong, tidak terjadi perubahan yang signifikan dan kondisi pasien masih seperti sediakalanya maka pihak RSUD Selong merujuk ke RSUP NTB, akan tetapi pihak RSUP NTB selalu mengatakan tidak ada kamar dan di suruh menunggu terus. Namun, dari sumber yang tidak mau di sebutkan namanya bahwa ketika merujuk pasien lain selalu di terima dan RSUP NTB memiliki kamar untuknya.

“Hal ini, menyebabkan KAHMI Lombok Timur agak geram ketika mengetahui informasinya seperti itu, Sehingga setelah diskusi bersama keluarga untuk minta rujuk ulang dan kami akan bawa langsung ke RSUP NTB,” Pungkas Saparudin.

Di lain pihak setelah di terima di IGD RSUP NTB, supervisor Eni mengklarifikasi kondisi yang terjadi bahwa ketika ia sampaikan belum bisa terima pasien Muhaidin di sebabkan karena kondisi IGD dan kamar full di 1 minggu terakhir ini dan pihak IGD sedang akreditasi juga.

“Pasien adalah kelas anak-anak maka harus diberikan perlakuan khusus anak-anak. Kami tidak mau pasien datangkan ke IGD tapi nanti kami tidak bisa memberikan tempat da npelayanan yang optimal,” Kata Eni.

Lebih Jauh Lalu Usman Ali dan Saparudin beserta keluarga menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya atas bantuan dari semua kalangan, Bapak Bupati danWakil Bupati Lombok Timur, bapak Gubernur, Staf Ahli, pihak RSUP NTB, dan rekan-rekan media /jurnalis yang memberikan support dalam kawal pengobatan Muhaidin  

“Tentunya kami mengucapkan mohon maaf jika dalam kondisi ini kami menyinggung berbagai pihak karena kekhawatiran kami pada adik Muhaidin,” Tutup Saprudin. (Cr-09).