Mensos RI Kunjungi Korban Banjir Bandang Lotim Selatan

Mensos RI, Hj. Khofifah Indar Parawangsa saat meninjau langsung rumah rusak berat akibat banjir bandang di Desa Sepit Kecamatan Keruak, Kamis (23/11/2017) Photo : Kamaruzzaman

Menteri Sosial RI, Hj. Khofifah Indar Parawansa, Kamis (23/11/2017) mengunjungi dan menemui langsung korban banjir bandang desa Sepit Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat – Dalam kesempatan tersebut, Menteri Khofifah memberikan bantuan berupa logistik, sembako, bantuan ahli waris bagi korban jiwa, dan santunan luka ringan dengan total bantuan senilai Rp. 236.052.800 dengan perincian bantuan logistik senilai Rp. 203.152.800, santunan ahli waris terhadap korban jiwa sebesar Rp. 30.000.000 untuk Dua orang korban jiwa masing-masing Rp. 15.000.000, santunan luka ringan Rp. 2.500.000 dan bantuan sembako senilai Rp. 400.000.

Pada acara penyerahan bantuan dan kunjungan langsung Menteri Sosial RI itu, dalam sambutan tertulisnya Bupati Lombok Timur, DR H Moh Ali Bin Dachlan mengatakan, banjir bandang yang menerjang 11 desa pada Empat wilayah kecamatan Lombok Timur Selatan ini adalah bencana alam yang pertma kali terjadi.

“Kala itu Lombok Timur Selatan diguyur hujan selama tiga hari berturut-turut dengan intensitas curah yang cukup tinggi dan mengakibatkan luapan sungai hingga Tiga meter,” ujar Asisten 1 Setda Kab. Lombok Timur….yang membacakan sambutan tertulis Bupati.

Akibatnya, lanjut Asisten, banjir bandang pun menerjang 11 desa pada Empat kecamatan yang mengakibat 197 rumah rusak berat, 15 jembatan rusak berat, 2 mushalla rusak berat 2 korban jiwa dan 1 korban luka ringan. Adapun para korban yang kini tinggal di shalter pengungsian sebanyak 6 KK 16 jiwa, selebihnya mengungsikan diri ke rumah keluarga terdekat.

Sementara itu, Menteri Sosial RI, Hj. Khofifah Indar Parawangsa, dalam sambutannya usai memberikan bantuan secara simbolis, ia mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan lainnya berupa membangun kembali 197 rumah rusak berat akibat banjir bandang tersebut.

“Bantuan ini berupa sharing budget antara Kemensos dengan pemerintah Lombok Timur, dimana kami akan kucurkan bantuan sebesar Rp. 25.000.000 per rumah,” ujar Khafifah.

Sedangkan, lanjutnya pula, jika ada masyarakat yang terdampak dan beresiko terhadap pencarian  income nya bisa diajukan untuk mendapatkan jaminan hidup (JADUP) yang besarannya Rp. 900.000 per jiwa. Dengan program JADUP, bayi dan balita dapat diusulkan.

“Kini tinggal kesiapan dari pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk melakukan pendataan dan validasi, kemudian kami menunggu SK Bupati  penerima program sebelum masuk bulan Desember, baik perbaikan rumah rusak berat maupun JADUP,” ujar Khaofifah.

Ditegaskannya, semakin cepat Pemkab melakukan proses usulan, maka semakin cepat pula bantuan dikucurkan.

“Selain itu kami minta kepada Pemkab untuk berkoordinasi dengan Koordinator Kabupaten (Korkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Lombok Timur, jika memang keluarga terdampak banjir dianggap eligible untuk terima PKH maka segera kami urus kartunya,” pungkasnya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Menteri Khafifah menyempatkan diri untuk melihat langsung sejumlah rumah rusak berat akibat terjangan banjir bandang. (cr-max)