Meninggal di Perantauan, Jenazah PMI Asal Lotim Tiba di Kampungnya

Jenazah Arsyad Sidik tiba di Bandara Lombok pada Senin (21/9/2020) pukul 14.15 wita siang. Jenazah kemudian langsung dibawa ke rumahnya di Mandik Gerepek Desa Gelanggang Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur dengan menggunakan mobil ambulance milik Desa.

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id –Jenazah Arsyad Sidik seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia di Hospital Sultan Ismail Johor Bahru Malaysia beberapa waktu lalu, Senin (21/9/2020) sekitar pukul 03.15 wita dini hari, akhirhya tiba di rumah duka di Mandik Gerepek Desa Gelangggang Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur, Kedatangan jenazah Arsyad Sidik disambut oleh isak tangis secara histeris oleh pihak keluarganya.

Dari informasi diperoleh, pihak Keluarganya di Malaysia menyebutkan, bahwa Arsad Sidik ditemukan tergeletak di jalan raya menuju sengai rengit kota tinggi Johor Bahru Malaysia lalu di larikan ke Hospital Sultan Ismail Johor Bahru pada tanggal 4 September 2020, telah mengalami kecelakaan jalan raya menabrak se ekor babi hutan saat berkendara Sepeda Motor menuju tempat dimana ia akan bekerja di Sungai Rengit Kota Tinggi Johor Bahru Malaysia baru datang dari Indonesia belum bekerja, di rawat 3 hari di hospital Ismail Johor Bahru Malaysia Arsad Sidik meninggal Dunia di Hospital Ismail Johor Bahru Malaysia Barat.

Ketua SBMI Lombok Timur mengatakan, jenazah Arsyad Sidik tiba di Bandara Lombok pada Senin (21/9/2020) pukul 14.15 wita siang. Jenazah kemudian langsung dibawa ke rumahnya di Mandik Gerepek Desa Gelanggang Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur dengan menggunakan mobil ambulance milik Desa Gelanggang.

“Arsyad Sidik berangkat ke Negara Malaysia dengan menggunakan jalur elegal atau tidak prosudural menyebabkan prosesnya agak lama di pulangkan dari Negara Malaysia menuju kampung halamanya dan tidak mendapatkan apa-apa dari pihak pemerintah berupa Ansuransi dan lainya,” Terang Usman

Melihat persoalan yang ada, SBMI Lombok Timur menyarankan, agar para pencari kerja yang ingin bekerja ke luar negeri harus melalui prosedur, untuk meminimalisir resiko. “Harus mendaftar di Disnaker atau BP2MI. Ini bentuk perlindungan administratif bagi calon Pekerja Migran Indonesia,” Imbuhnya.

Sementara itu, Sugianto Kepala Desa Gelanggang mengucapkan terimakasih pada pemerintah, BPMI dan KBRI Malaysia, KJRI Johor Baru, SBMI Lombok Timur dan Disnakertransmigrasi Lombok Timur yang memfasilitasi dan mengurus pemulangan warganya Arsad Sidik. (Cr-wenk).