
Selama ini, kepemimpinan di Lombok Timur (Lotim) jarang membuat kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat kecil. Akibatnya angka kemiskinan di Lotim terus bertambah.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id – Pernyataan itu disampaikan Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) NTB, H. Najamuddin pada corongrakyat.co.id di kediamannya di Desa Montong Tangi Kecamatan Sakra Timur, Sabtu (12/03/2016).
‘’Persoalan fundamental belum tersentuh, sehingga pengangguran juga terus meningkat,’’ katanya.
Karena itu, lanjutnya pula, diperlukan pemimpin daerah yang tidak biasa-biasa saja. Lotim harus dipimpin oleh orang yang luar biasa, sebab kalau cuma biasa-biasa, ya seperti ini keadaannya, tidak ada perkembangannya.
Menurutnya, peani di Lombok Timur pada khususnya perlu mendapatkan perhatian khusus, sebab jika kesejahteraan petani meningkat akan berpengaruh postif terhadap pertumbuhan sektor lainnya.
Karenanya, lelaki bertubuh subur itu menawarkan satu program konkret, yakni mengalokasikan anggaran masing-masing 10 handtractor per desa. ‘’Ada 254 desa/kelurahan di Lombok Timur saat ini,karena itu diperlukan 2.540 handtractor untuk petani Lombok Timur,” jelasnya.
Lebih jauh ia menandaskan, alat industri pertanian (alsintan) itu pun masih harus ditalangi dengan anggaran untuk bahan bakar minyak (BBM) selama setahun.
“Intinya yakni mengurangi biaya produksi pertanian, petani kita selalu merasa keuntungan hasil produksi sangat kecil ketimbang biaya produksi yang dikeluarkan dan karena itu biaya produksi harus diperkecil agar petani untung.” Ujar H. Najamuddin.
H.Najamuddin betul-betul merasakan itu lantaran dia sendiri bergerak dibidang saha pertanian dan perkebunan.
“Kalau petani memiliki usaha yang bagus, maka secara ekonomi mereka akan mandiri, dan kalau petani mandiri secara ekonomi, maka kebutuhan untuk pendidikan dan kesehatan akan dengan gampang mereka penuhi sendiri.
Lebih jauh H. Najamuddin mengatakan, dalam hal pengalokasian anggaran untuk 2.540 handtractor plus BBM itu tidak terlalu muluk.
‘’APBD ada kok, tinggal mengalokasikan saja,’’ katanya.
Petani di masing-masing desa harus berkelompok untuk memperoleh bantuan tersebut. Satu kelompok tani beranggotakan 20 orang. Sedang atu handtractor butuh empat orang untuk operasionalnya. Dengan begitu secara otomatis akan terserap tenaga kerja lebih dari 10.000 orang dengan program itu.
Sentuhan program untuk masyarakat kecil di bawah itu harus direalisasikan. “Tidak mesti saya yang harus maju sebagai calon Bupati, kalau memang ada calon lain yang memiliki komitmen seperti itu, maka tentu saja kita harus dorong,” katanya.
Tetapi, katanya lagi, seorang kandidat harus memiliki sumberdaya yang bagus, baik SDM maupun dana.
“Kalau calon bupatinya miskin, saya khawatir nanti setelah dia memegang jabatan, dia akan menumpuk kekayaan,” tandasnya. (cr-max)

