Posyandu Keluarga diharapkan menjadi pusat edukasi seputar kesehatan masyarakat di Desa yang akan melayani masalah kesehatan bayi sampai dengan lansia.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat. co.id -Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat Desa untuk menanggulangi masalah kesehatan, dengan pendekatan keluarga yang melaksanakan kegiatan secara rutin tiap bulan, dengan cakupan 5 Program utama seperti KIA, KB, Imunisasi, Gizi dan Diare. pmerintah daerah (Pemda) Lombok Timur kembali melanching Posyandu keluarga sekaligus Pencanangan kampung Keluarga Berkualitas (KB) yang di adakan di Desa Embung Kandong, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur 19/09/2020.
Serangkaian kegiatan Launching Posyandu Keluarga yang diadakan di Desa Embung Kandong berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Wakil Gubernur NTB, Sekda Lombok Timur, Kaper BKKBN NTB,Camat, Kades. PKB, Kader dan masyarakat.
Dalam Sambutannya Sekda Lombok Timur H.M. Juaini Taofik mewakili Bupati menyampaikan Rasa syukur dan terimakasih atas kehadiran kepala BKKBN RI dan Wakil Gubernur NTB. Juaini menyebutkan meski saat ini tahun kemarau, tetapi dengan kehadiran kepala BKKBN di Desa yang jauh dari pusat keramaian terasa adem. ,”kita mengenal beliau satu bulan yang lalu melalui acara di stasiun televisi mengkritik sekalaigus memberi masukan kepada Lombok Timur bahwa satu persoalan di Lombok Timur adalah pernikahan dini. Alhamdulillah dengan pencerahan beliau, Pemda dengan jajaran terkait di Lombok Timur mengambil langkah, bahkan Bupati langsung memberikan perintah kepada camat den semua kepala Desa untuk membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang penundaan usia perkawinan,” Ujar Juaini.
Juaini menambahkan, Desa Embung Kandong salah satu Desa di Lombok Timur dari 239 Desa dan 15 kelurahan yang ada di Lombok Timur. Desa Embung Kandong Desa pemekaran yang penduduknya relatif kecil sebanyak 2400 jiwa, tetapi semangat pemerintah Desa nya dan seluruh tokoh masyarakat nya membuktikan walaupun posisi terpencil tetapi kalau taat denga ajakan pemerintah mulai dari Penyuluh KB. Puskesmas dan camat nya maka Desa ini mampu menjadi yang terbaik minsalnya ,dalam program KB .
Masih kata Juaini, Direktif wakil gubernur kepada Pemda Lombok Timur untuk memaksimalkan jumlah posyandu keluarga. Dari 1776 posyandu, 13,7 persen yang mengintegrasikan posyandu konvensional menjadi posyandu keluarga sudah dilakukan.
“Maka kami jadikan kehadiran kepala BKKBN, Wagub dan seluruh OPD terkait tingkat provinsi untuk menyemangati atau melaunching kembali paling tidak di ahir tahun 2020 jumlah posyandu keluarga yang sudah tentu berasal dari posyandu konvensional paling tidak menjadi 50 persen. dan kami berjanji menuntaskannya di tahun 2021, sisanya sudah menjadi posyandu keluarga,” Pungkasnya.
Sementtara itu Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan, Taget 50 persen yang dijanjikan oleh Sekda Lombok Timur diyakini akan menjadi lebih. Karena menurut Rohmi, kunci sukses posyandu keluarga ini adalah sinergi seluruh pihak.,” Kalau semua Desa bergerak, insyaallah bisa tercapai karena data yang ada di dinas DPMPB progresnya untuk pogja sudah luar biasa. Dari 995 Desa, ada hampir 600 Desa yang sudah mempunyai pokja posyandunya,” Terangnya.
Wagub mengajak semua kepala Desa bergerak, karena menurutnya kalau sudah ada posyandu keluarga, maka seluruh masalah dan isu isu yang ada di Desa setempat baik itu masalah gizi buruk, stunting, kematian ibu dan bayi dan sebaginya, bisa di intervensi edukasinya melalui posyandu.
“Jadi posyandu kita akan menjadi pusat edukasi yang akan melayani dari bayi sampai lansia. Sehingga semua edukasinya bisa masuk. Kami juga apresiasi tekad kabupaten Lombok Timur dalam perhatian nya di bidang kesehatan,” Imbuhnya.
Di lain Pihak Kepala BKKBN RI DR (HC) dr. Hasto Wardoyo, SpOG (K) juga mengapresiasi Program Unggulan Posyandu Keluarga tersebut dan akan direplikasi di Provinsi/Kab Kota se Indonesia karena ide cemerlang ini merupakan yang pertama di Indonesia.
Hasto, mengatakan inovasi posyandu keluarga merupakan ide cemerlang dalam upaya penangulangan angka stunting di Indonesia. Ia juga mengungkapkan bahwa inovasi posyandu keluarga ini patut ditiru oleh daerah lain. Selain mampu mengintegrasikan berbagai pelayanan kesehatan terpadu dari ibu, anak hingga lansia serta edukasi program-program unggulan yang ada seperti zero waste dengan bank sampahnya, pemanfaatan pekarangan, menurutnya posyandu keluarga ini keberadaannya merupakan yang pertama di Indonesia.
“Alasan utama dan magnet bagi kami untuk menjadikan NTB sebagai lokasi pertama tempat dilaunchingnya program Kampung Keluarga Berkualitas di Indonesia tiada lain karena posyandu keluarganya,” ungkap Hasto pada Acara Pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas dan Posyandu Keluarga di Desa Embung Kandong Kec. Terara Lombok Timur (19/9).
Lebih jauh hasto mengatakan program posyandu keluarga sangat luar biasa sebagai langkah mencegah gizi buruk dan stunting. dirinya berharap program posyandu keluarga ini akan menjadi contoh bagi Provinsi dan kabupaten yang ada di Indonesia,” Tutupnya. (cr-wenk).

