Program Lotim Cerdas yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kabupaten Lombok Timur diharapkan ke depan akan lebih banyak guru yang dapat diakomodasi. Tidak hanya Guru, PNS rentan dan tidak mampu juga dapat diakomodasi.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id –Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmy, me-launching program “Lombok Timur Cerdas” pada hari Rabu (25/11), sekaligus penyerahan insentif kepada guru non-sertifikasi tingkat SMP se-Lombok Timur. Acara tersebut dihadiri pula kepala sekolah penerima insentif.
Bupati Sukiman mengapresiasi program yang dilaksanakan Baznas Lombok Timur ini mengingat pendidikan merupakan salah satu aspek paling penting dalam kehidupan manusia. Bupati menyebut kesejahteraan guru sebagai tiang bangsa perlu diperhatikan. Bertepatan dengan Hari Guru, Bupati menyampaikan terimakasih atas dedikasi seluruh guru karena sudah berjuang memajukan bangsa melalui pendidikan.
“Terkait Lotim Cerdas ini diharapkan ke depan akan lebih banyak guru yang dapat diakomodasi. Tidak hanya Guru, ke depan PNS rentan dan tidak mampu juga dapat diakomodasi,” Ujarnya.
Lebih Jauh Bupati memaparkan guru termasuk dalam salah satu mustahiq zakat atau orang-orang yang berhak menerima zakat, yaitu golongan “fi sabilillah” artinya mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk pendidikan. Alasan itulah Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi program unggulan yang dilaksanakan BAZNAS Lombok Timur.
Diharapkan program tersebut dapat membantu meningkatkan kesejahteraan guru honorer non-sertifikasi di Lombok Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur, Achmad Dewanto Hadi, yang juga hadir pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih karena BAZNAS Lotim sudah berkontribusi mendukung kemajuan dunia pendidikan dengan memberikan insentif kepada guru honorer non-sertifikasi di 215 SMP swasta dan non-swasta di Lombok timur.
Dewanto mengakui alokasi APBD bidang pendidikan tahun ini belum bisa bergerak banyak mengingat persentase tenaga pendidik non-PNS di Lombok timur sebanyak 63%. Karenanya program ini sangat membantu pemerintah dalam mensejahterakan kehidupan guru.
Dewanto juga berharap program ini mampu meningkatkan kualitas dan kredibilitas tenaga pendidik, khususnya guru honorer non-sertifikasi. Ia menyampaikan kesamaan visi dan misi pemerintah dengan guru diyakininya dapat memajukan pendidikan di daerah ini.
Ketua BAZNAS Lombok Timur Ismul Basar menerangkan anggaran untuk program ini berasal dari dana hibah BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jumlah sekolah yang mendapat insentif sebanyak 215 SMP yang terdiri dari 115 SMP Swasta dan 100 SMP Negeri dengan total anggaran sebesar Rp. 200.611.000. Ditegaskannya BAZNAS menyatakan siap mendukung pemerintah dalam memajukan pendidikan di Lombok timur.(cr-wenk).

