
Lombok Timur, CR – Kepala KKTK Mulki mengatakan Lapak Buah Taman Kota Selong salah Kontruksi, belakangan ini Mulki akui merasa kewalahan mengakomodir permintaan para pedagang buah yang sudah ditertibkan.
“Saat ini kami agak kesulitan memasukan para pedagang buah untuk berjualan di lapak yang sudah dibangun di Taman Kota Selong tersebut,” sampainya.
Persoalan tersebut juga menandakan bahwa lapak-lapak buah yang ada di Hutan Taman Kota Selong saat ini tidak diminati oleh para pedagang buah lanjut Mulki, saat ditemui diruang kerjanya.
Mulki juga menduga lapak-lapak yang ada disana salah desain dan juga salah pemanfaatannya, karena bagaimanapun juga waktu dibangun tahun kemarin banyak sekali pohon-pohon yang ada di Hutan Kota ditebangi, akan tetapi hal tersebut sudah terlanjur.
“Jadi begitu kita mau bagaimana lagi,” katanya.
Kendati demikian, kalau memang kedepan para pedagang harus dilokalisir ke tempat lain lagi, pihak KKTK harus mengembalikan tempat tersebut menjadi hutan kota kembali.
“Kalau ada tempat yang kira-kira menguntungkan para pedagang kita kembalikan saja tempat tersebut menjadi hutan kota. Karena kita tahu tempat tersebut tidak layak menjadi tempat dagang buah. Konsep taman bukan tempat orang berjualan akan tetapi tempat – tempat orang mencari ketenangan”, tutupnya. (Ari)

