Kutuk Bom Maut, Masyarakat Penegak Demokrasi (MPD) Minta Semua Pihak Waspada

Jakarta-Corongrakyat.co.id|| Masyarakat Penegak Demokrasi ( MPD ) menilai ledakan Bom Bunuh diri di Mapolrestabes Medan Sumut, adalah tindakan transaksional yang menyesatkan, dan mereka ingin mengganggu proses kehidupan berdemokrasi yang sedang diperkuat presiden Jokowi-Makruf Amin. demikian pernyataan sikap MPD usai menggelar diskusi Rabu, 13/11).

“ Gerakan tersebut bukan pengalihan isu, tapi itu adalah bentuk gerakan transnasional yang anti terhadap keutuhan NKRI dan menolak negara demokrasi,” ucapnya Koordiantor MPD, Mat Peci di kantor MPD Rawamangun Jakarta Timur,

Atas tindakan sesat tersebut, Mat Peci mensinyalir bahwa tidak bermotif pengalihan issu, namun lebih tindakan transaksional sesat.

” Kami atas nama masyarakat penegak demokrasi ini sangat menyayangkan kejadian bom bunuh diri di markas penegak negara, artinya bahwa perlunya himbauan secara Nasional kalau negara kita hari dalam kondisi gerakan anti demokrasi terhadap pemahaman Teologi maut maupun doktrin-doktrin agama yang sifatnya subjektif,” Tegasnya.

Mat Peci juga menyarankan; kejadian bom bunuh diri tersebut adalah keteledoran pihak keamanan intelejen, karena kejadian tersebut bukan soal mencurigai masyarakat tapi lebih kepada memberikan narasi-narasi pemahaman agama secara Universal di kampus-kampus,

Khususnya bagi para pemuda dan mahasiswa, karena gerakan radikalisme yang terjadi di negara kita hari ini lebih kepada kurangnya narasi ke-agamaan dan kebangsaan yang senafas dengan ideologi negara kita.

Di kantor sekertariat MPD selama dua pekan bersama presidium dan pengurus, kami rutin mendiskusi soal gerakan radikalisme dan berharap kepada para penegak hukum untuk secara intens melakukan sosialisasi bahwa gerakan bunuh diri di medan itu adalah pukulan terbesar bagi para inteljen negara, ujar Peci di Markas MPD Jakarta timur. (CR-SH)