Lotim-Corongrakyat.Co.id|| Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Nusa Tenggara Barat, H. Ahsanul Khalik meminta smua pihak mengambil peran untuk megurangi resiko bencana banjir bandang, demikian ditegaskan Ahsanul Halik, melalui persan singatkatnya pada redaksi corong rakyat Sabtu (13/12 ).
“ Ayo teman-teman kita lakukan Gerakan serentak masyarakat Didesa untuk
susur sungai atasi banjir bandang, bersama,” Pintanya.
Sebelum musim penghujan, ia berharap kepada semua pihak untuk mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing, stakeholder di pemerintahan juga harus bergandeng tangan, demikian masyarakatpun juga harus mendeteksi dini terkait potensi banjir tempat masing-masing, dengan demikian, bila terjadi banjir bandang, resiko yang ditimbulkan bisa di antisipasi dan diprekdisi, yang paling peting masyaraat bisa melakukan planing-planing menurut kemampuannya.
“ Kita tidak boleh berpangku tangan menunggu banjir bandang datang menerkam,” Harap Mantan Pjs. Bupati Lotim ini.
Ia juga meminta seluruh komponen seperti, Komunitas lokal sungai, masyarakat pinggir sungai, Pemuda Desa, Babinsa TNI, BBWS, Dinas PU, LH dan BP DAS, Mapala PT, BPBD BNPB, bisa bergandeng tangan mengantisipasi banyak hal.
Untuk hal ini ia merekomendasi beberapa hal :
1. Jika ada tanda banjir bandang segera singkirkan (pembendungan kayu kayu dan batu atau longsoran yang menutup alur sungai).
2.. jika ada potensi positif catat dan kembangkan kedepan untuk wisata, energi bagi masyarakat.
3. Aktifkan komunitas2 sungai di hulu agar nanti bisa menjaga sungainya masing-masing.
Pesan ini, Jelas Putra Masbagik Lombok Timur ini, disampikan juga Kepala BNPB Nasional, dan diteruskan kepada seluruh Kepala Pelaksana BPBD Se-Indonesia.
Seperti diketahui Setiap musim pengujan khusus diwilayah Utara Lombok Timur, meliputi Kecamatan Sambelia dan Sembalun sering dilanda Bajir Bandang, sehingga harapannya semua pihak mengantisipasi hal tersebutm sebelum hal tersebut tejadi ( Cr-10 )

