Lotim— Beredarnya informasi di media sosial Facebook yang menyebutkan distribusi menu makanan di SPPG AIKMEL 2 sebagai “menu rapelan tiga hari” memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Informasi tersebut dinilai tidak utuh dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG AIKMEL Dua, Azrol Hamidi, S.A.P, memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi yang berkembang. Ia menegaskan bahwa menu jagung yang didistribusikan pada Senin, 23 Februari 2026, bukanlah menu rapelan tiga hari, melainkan menu khusus satu hari yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB)
Menurut Azrol, menu tersebut merupakan hasil koordinasi dan kesepakatan bersama pihak SLB yang memiliki 84 siswa berkebutuhan khusus. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kesehatan serta kebutuhan gizi para siswa.
“Menu yang diberikan bukan tanpa pertimbangan. Kami berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah untuk memastikan makanan yang disalurkan aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan siswa,” jelasnya.
Ia memaparkan bahwa berdasarkan rekomendasi pihak sekolah, para siswa tidak diperkenankan mengonsumsi susu, makanan berbahan dasar tepung, micin atau penyedap rasa, serta gula berlebihan. Larangan tersebut diberlakukan karena sebagian siswa memiliki riwayat alergi dan sensitivitas tertentu yang berpotensi kambuh apabila mengonsumsi bahan-bahan tersebut.
Sebagai alternatif, dipilihlah menu berbasis olahan rebusan, termasuk jagung, yang dinilai lebih aman dan sesuai untuk kebutuhan siswa. Menu jagung tersebut disediakan secara khusus untuk 84 siswa SLB dan tidak didistribusikan kepada sekolah lain.
Azrol juga menegaskan bahwa distribusi makanan pada hari tersebut berjalan sesuai jadwal dan prosedur yang telah ditetapkan. Tidak ada penggabungan distribusi untuk beberapa hari sekaligus sebagaimana narasi yang berkembang di media sosial.
“Kami sangat menyayangkan munculnya informasi yang tidak akurat di Facebook. Informasi tersebut tidak dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak kami,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihak SPPG AIKMEL 2 mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik. Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat sekaligus meredam polemik yang sempat mencuat.
SPPG AIKMEL 2 juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi akibat beredarnya informasi tersebut. Pihaknya menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga transparansi dalam setiap kegiatan distribusi.
Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa penyesuaian menu merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan dan keselamatan siswa berkebutuhan khusus, bukan bentuk pengurangan layanan sebagaimana yang disampaikan dalam unggahan di media sosial. || Yazid


