Lombok Timur — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) yang ditempatkan di Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, terus berupaya meningkatkan budaya literasi masyarakat. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui revitalisasi perpustakaan serta program “Sabtu Inspirasi: Membangun Karakter Lewat Literasi” di MTs Riadussolihin NW Veteran, Sabtu (30/08/2025).
Revitalisasi perpustakaan difokuskan pada penataan ruang baca yang lebih nyaman dan menarik. Dengan sentuhan kreativitas, mahasiswa KKN memanfaatkan limbah plastik untuk membuat hiasan, sekaligus menghadirkan fasilitas sederhana yang ramah bagi siswa. Perpustakaan yang sebelumnya sepi kini mulai bertransformasi menjadi ruang belajar sekaligus rekreasi edukatif.
Tak hanya itu, program “Sabtu Inspirasi” hadir setiap akhir pekan sebagai ruang interaksi literasi. Anak-anak diajak membaca bersama, mendengarkan dongeng, hingga berdiskusi interaktif. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan minat baca, tetapi juga membentuk karakter positif generasi muda sejak dini.
Kepala Madrasah, Ade Munario, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UMMAT. Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan upaya desa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Program ini menjadi angin segar bagi sekolah. Literasi adalah pintu menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Duhan, guru muda sekaligus staf MTs Riadussolihin NW Veteran.
“Perpustakaan yang tadinya mati suri kini terasa hidup kembali. Kehadiran adik-adik KKN benar-benar membantu kami menghidupkan budaya literasi,” tuturnya.
Sementara itu, Dea selaku penanggung jawab program menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Kami berharap perpustakaan yang sudah direvitalisasi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, dan program literasi ini tetap hidup meskipun masa KKN berakhir,” katanya.
Melalui gerakan literasi ini, mahasiswa KKN UMMAT ingin menegaskan bahwa membaca bukan hanya soal mengenal huruf dan kata, melainkan jalan membentuk pola pikir kritis, kreatif, serta berkarakter bagi generasi penerus.

