Ketua Umum HMD-GEMAS Dijadwalkan Lantik Pengurus Wilayah NTB Besok

 

Mataram- Ketua Umum Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD-GEMAS) dijadwalkan melantik Dewan Pengurus Wilayah (DPW) HMD-GEMAS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu pagi, 11 Februari 2026. Kegiatan pelantikan tersebut akan dipusatkan di Ballroom Lombok Raya Hotel dan diperkirakan berlangsung khidmat dengan dihadiri ratusan undangan dari berbagai unsur.

Ketua DPW HMD-GEMAS NTB, Hairil Pasihin, S.Pd., M.M., saat rapat evaluasi persiapan kegiatan yang digelar di Lombok Raya Hotel pada Senin malam (9/2/2026), menjelaskan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi mitra dapur di wilayah NTB.

Ia menyebutkan, sejumlah pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) HMD-GEMAS telah mengonfirmasi kehadiran, termasuk pimpinan utama organisasi.

“Terkonfirmasi Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, serta beberapa Wakil Ketua Umum akan hadir langsung. Selain itu, sejumlah pejabat penting dari Jakarta maupun tingkat provinsi juga telah memastikan kehadirannya,” ujar Hairil Pasihin.

Selain pengurus pusat, pelantikan DPW NTB ini juga akan dihadiri perwakilan DPW dari sejumlah provinsi lain yang secara khusus menyatakan keinginan untuk hadir sebagai bentuk dukungan dan penguatan jejaring organisasi.

Sementara itu, Sekretaris DPW HMD-GEMAS NTB, TGH. Gunawan Ruslan, Lc., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat evaluasi akhir bersama Steering Committee dan Organizing Committee, persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 90 persen.

Ia memperkirakan sedikitnya 500 undangan akan hadir dalam kegiatan tersebut, yang berasal dari unsur pengurus daerah, pimpinan pondok pesantren, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta pejabat pemerintah provinsi.

“Secara umum kegiatan sudah sangat siap. Seluruh perangkat acara, teknis pelantikan, serta pengamanan telah dikoordinasikan dengan baik,” jelas pimpinan Pondok Pesantren Dhiaul Fikri, Sakra Barat, Lombok Timur ini.

Gunawan Ruslan berharap kehadiran HMD-GEMAS dapat menjadi wadah komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi antar mitra dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan seluruh elemen masyarakat.

“HMD-GEMAS adalah wadah berserikat bagi kami para mitra dapur untuk memperkuat kapasitas, mempererat solidaritas, dan membangun kerja sama yang berkelanjutan. Harapannya, misi besar pemerintahan Presiden Prabowo–Gibran dapat diwujudkan secara berjamaah di lapangan, sehingga cita-cita Indonesia Emas 2045 benar-benar menjadi misi bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, banyak mitra dapur yang berasal dari kalangan pengelola pondok pesantren merasakan manfaat langsung dari Program MBG, khususnya dalam pemenuhan gizi santri dan santriwati, sekaligus mendukung keberlangsungan pendidikan pesantren.

Hal senada disampaikan Bendahara DPW HMD-GEMAS NTB, Saparudin, S.Ag., M.Pd.I. Menurutnya, kehadiran HMD-GEMAS merupakan bagian dari manifestasi nyata Asta Cita Presiden Prabowo–Gibran, khususnya pada poin ketiga hingga keenam.

Pada poin ketiga, pemerintah menargetkan terwujudnya kemandirian bangsa di bidang pangan, energi, dan air melalui penguatan swasembada serta ketahanan sumber daya strategis.

Saparudin menjelaskan, forum mitra dapur tidak hanya memperkuat posisi mitra dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha lokal.

“Kebutuhan dapur mitra akan sayur-mayur, buah-buahan, dan hasil pertanian lainnya mendorong terserapnya hasil panen masyarakat, baik secara langsung maupun melalui pemasok. Ini menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa dan sektor pertanian,” jelasnya.

Kondisi tersebut dinilai sejalan dengan Asta Cita poin keenam, yaitu membangun dari desa dan dari bawah sebagai fondasi pemerataan pembangunan nasional.

Selain itu, setiap mitra dapur rata-rata mampu menyerap lebih dari 50 tenaga kerja. Dengan penghasilan di atas Rp2 juta per bulan, para pekerja diharapkan dapat menopang ekonomi keluarga, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung pendidikan anak-anak mereka.

“Para pekerja dapur MBG tidak hanya bekerja dan menyajikan makanan bergizi bagi penerima manfaat, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang pentingnya gizi bagi keberlanjutan kehidupan dan ketahanan bangsa. Hal ini berkaitan erat dengan Asta Cita keempat dan kelima, yaitu pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,” pungkas mantan Ketua Umum HMI Badko Nusa Tenggara tersebut.