
Lombok Timur, CR- Kendati di era kepemimpinan DR.H. Ali Bin Dahlan SH selaku Bupati Lombok Timur tidak jarang menuai kritikan karna gaya kepemimpinanya yang kontropersial, namun tidak jarang pula yang mengagumi cara pemimpinya yang begitu tegas dan bahkan berani melawan pemerintah pusat, salah satunya yakni ketua Advokasi Rakyat Miskin (ARM) Lombok Timur Fahrurrozi S.Pd
Fahrurrozi S.Pd menganggap bahwa sosok Ali Bin Dahlan selaku Bupati Lombok Timur saat ini adalah negarawan yang mampu membawa perubahan untuk daerah Patuh Karya dan merupakakan sosok putra terbaik daerah saat ini yang di kenal public dengan keberhasilanya memimpin Lombok Timur dengan begitu banyak perubahan yang baik.
“ Beliau (Ali Bd.red) itu sosok negarawan yang sudah terbukti mampu membawa Lotim menuju perubahan yang lebih baik dan dia merupakan putra daerah terbaik saat ini,” ungkapnya ketika di wawancarai oleh media Corong Rakyat pada hari Minggu (31/08/2016)/
Fahrurrozi S.Pd menambahkan bahwa di era kepemimpinan Ali Bin Dahlan banyak jalan yang sudah mulai bagus dan bahkan Taman Kota Selong sudah mulai tertata rapi dan masih banyak program- program lainya yang berhasil, sehingga sangat wajar kemudian bahwa kedepan Ali Bin Dahlan akan menjadi orang nomer satu di Nusa Tenggara Barat (NTB).
”Beliau sudah terbukti dan teruji, sehingga beliau sangat mempuni memimpin NTB kedepan, sehingga saya sangat mendukung dan mengharapkan be.iau untuk untuk maju pada Pilkada yang akan dating,” tambahnya
Ditambahkanya lagi bahwa sikap Bupati Lombok Timur yang mendukung seratus persen terbentuknya Kabupaten Lombok Selatan (KLS) dengan lima Kecamatan sangat- sangat di apresiasi dan sangat di dukung, karna menurutnya kalaupun yang tiga kecamatan tersebut tidak setuju tentang terbentuknya KLS maka jangan dipaksakan dan biarkan yang mau yakni lima kecanmatan tersebut untuk menjadi kabupaten
“Kita apresiasi sikap beliau yang mendukung seratus persen KLS itu berdiri dengan lima kecamatan itu ya, karna kita tidak boleh memaksa kecamatan lain untuk ikut bergabung kalau dia ndak mau.” tutupnya (Met)

