oleh

Kerajaan Tambora Akan Diteliti Lebih Lanjut Tentang Keberadaannya

banner 300500

Badan Arkeologi Nasional yang dipusatkan untuk Nusa tenggara akan melaksanakan penelitian tentang situs Tambora Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlokasi di Desa Soritatanga Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Kamis (19/5/2016) sampai dengan hari selasa (2/6/2016).

Sekretaris Priwisata
Sekretaris Kebudayaan dan Pariwisata Dompu Anwar MS  S.Sos

Dompu, CR- Tujuan kehadiran Arkeolog Denpasar untuk melaksanakan penelitian tentang situs Tambora. Untuk melengkapi data-data  arkeologis yang akan menambah bukti tentang keberadaan Kerajaan Tambora ataupun Pekat, serta dapat memperoleh data yang berkaitan dengan batas wilayah dua kerajaan tersebut, baik itu berupa data lokasi maupun dari informasi terkini dari masyarakat.

“Setelah data semua itu terkumpul, kami beserta team arkeologi akan melakukan analisa dan diharapkan dapat berguna untuk menambah khasanah data dan pengetahuan tentang tiga kerajaan yang terkubur, khususnya pada kerajaan Tambora dan Pekat,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melalui pejabat yang mewakili.

Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Anwar MS, S. Sos, saat dikonfirmasi CR diruang kerjanya, Kamis (19/5/2016). Menurutnya, sementara dari data penelitian selama ini didapatkan dari berbagai referensi pustaka baik dari hasil penelitian terdahulu maupun dari pustaka digital atau internet.

” Namun dari data berupa peta peta lama juga dijadikan sebagai referensi masukan untuk menunjang data-data primer yang akan didapatkan dilapangan nantinya,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pengumpulan data dilakukan dengan metode ekskavasi intensif dilakukan dengan mempertimbangkan indikasi temuan awal. Sistem yang akan dilakukan nantinya dengan cara sistim box yang dalam pelaksanaan dilakukan pemilihan dengan pertimbangan tertentu (selective excavation red). Selain melakukan ekskavasi juga akan dilakukan survei disekitar wilayah Doro Ncanga sampai Sori Tatanga.

Dari data yang diperoleh pada penelitian tahap ke 10 untuk tahun ini akan dilakukan beberapa analisa, antara lain analisa khusus, kontekstual dan komparatif. Analisis yang menitik beratkan pada ciri ciri bentuk, ukuran, warna, teknologi, gaya dan bahan.

“Untuk analisis kontestual agar dapat mengamati hubungan artefak dengan temuan, baik artefak, ekofak, fitur dalam suatu asosiasi. Sedangkan untuk analisa komparatif dilakukan dengan membandingkan temuan yang terdapat disitus dengan temuan lain dalam skala mikro maupun makro.(BC)