Corongrakyat.co.id – Apabila kita melihat kondisi Madrasah di Kabupaten Lombok Timur, ada sekitar 80 persen yang memiliki gedung memadai, sementara sisanya sekitar 20 persen masih kekurangan Ruang Kelas Belajar (RKB), Ruang Laboratorium dan Perpustakaan.
“Sekolah yang ada dipinggiran yang belum tersentuh dengan maksimal oleh Kementerian Agama itu sekitar 20 persen, tersebar di Kecamatan Jerowaru, Kecamatan Keruak, Montong Gading, Sembalun dan Sambelie. Sekolah pinggiran ini rata-rata kekurangan Ruang Kelas Belajar (RKB), Mebeler, Laboratorium dan Perpustakaan. Meski demikian untuk memenuhi standar Ajar, Kadang-Kadang mereka menata ruangan dengan seadanya, meskipun ruang perpustakaan disekat menggunakan lemari, kantor disekat dengan lemari dan laboratorium” jelas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur H. Azharuddin, Pada Wartawan Kamis (5/9).
Adapun upaya yang akan dilakukan oleh Kemenang Lotim terhadap Madrasah-madrasah pinggiran yang belum tersentuh secara total tersebut. Kemenag Lotim akan intens berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lombok Timur.
“Mengingat saat ini Kemenag terkendala dimana Bansos untuk Madrasah itu Tahun ini dikelola oleh Kementerian PUPR, jadi kita tidak bisa berbuat banyak. Adapun data Madrasah yang diusulkan Kemenag ke Kementerian PUPR itu langsung PUPR yang mengolala, baik dari survei hingga pengerjaannya. Saat ini Madrasah tidak lagi diberikan bantuan dalam bentuk dana seperti sedia kala, melainkan bantuan yang diberikan dalam bentuk bagunan Fisik sesuai kebutuhan” ungkap Azhar.
Adapun jumlah bantuan untuk Madrasah pada Tahun ini berdasarkan hasil koordinasi Kemenag Lotim dengan Dinas PUPR Kab.Lotim, tercatat ada sekitar 18 Madrasah yang akan mendapatkan bantuan, singkatnya.


