
Dompu, CR – Kawasan Tambora akan dikembangkan sebagai objek wisata pengunungan yang menjadi satu kesatuan pengembangan dengan wisata bahari di Teluk Saleh dan Pulau Moyo. Hal itu diperkuat berdasarkan Peraturan Daerah nomor 7 tahun 2013 tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan Daerah tahun 2013 – 2028, bahwa kawasan Tambora menjadi satu kesatuan destinasi dengan Teluk Saleh dan Pulau Moyo yang biasa disebut SAMOTA.
” Kawasan ini juga menjadi salah satu dari sebelas kawasan strategis pariwisata daerah, sesuai Perda tersebut, Kawasan Tambora akan dikembangkan sebagai objek wisata pengunungan atau wisata bahari di Teluk Saleh dan Pulau Moyo,” kata Budhy Kurniawan Kasubag TU Balai Taman Nasional Tambora Dompu yang dikonfirmasi CR. Kamis (02/06/2016).
Kawasan Taman Nasional Gunung Tambora kemudian ditunjuk berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.111/Menlhk-II/2015 tanggal 7 April 2015 seluas 71.645,74 hektar.
” Karena letak Taman Nasional Gunung Tambora secara administratif pemerintahan termasuk dalam wilayah Kecamatan Kempo dan Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu dan Kecamatan Tambora serta Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat,” jelasnya.
Wisata alam yang ada di puncak Gunung Tambora untuk menempuh kearah pegunungan harus melalui beberapa jalur yang harus ditempuh yaitu jalur Piong, Sanggar, Kawindato’i, Pancasila dan Doro Ncanga.
” Untuk menuju ke puncak Tambora memerlukan waktu tempuh 3 hari 2 malam dengan berjalan kaki. Sedangkan Jalur Pendakian Doroncanga bisa ditempuh dengan kendaraan off road sampai pos 3, kemudian dari pos 3 menuju Puncak Tambora hanya memerlukan waktu 2 jam dengan berjalan kaki,” jelasnya.
Selain itu pada kawasan Gunung Tambora terdapat beberapa sungai yang airnya mengalir sepanjang tahun, sehingga sangat potensial untuk pengembangan wisata tirta seperti jelajah sungai, canoing, foto hunting serta menjadi spot untuk kegiatan bird wacthing.
” Disamping itu kawasan konservasi Gunung Tambora juga dapat dikembangkan wisata minat khusus seperti paralayang, panjat tebing, offroad, berkuda, wisata ilmiah dan itu semua harus ada dukungan dari pemerintah, masyarakat dan peran serta dari media massa agar bisa disebarluaskan mengenai potensi alam Gunung Tambora,” inginnya.
Budhy Kurniawan juga berharap dengan ada Taman Nasional Tambora pihaknya menghimbau agar masyarakat dapat sama-sama menjaga kelestarian alam yang ada di lokasi. Karena pemerintah tidak mampu untuk mengawasi kalau tidak ada dukungan dari masyarakat untuk sama sama menjaga kelestarian alam beserta isinya, harapnya.(BC)

