
Lombok Timur, CR- Adanya aksi dari ARM (Advokasi Masyarakat Miskin), Kamis (09/06) di Dinas STT (Sosial, Tenaga kerja dan Transmigrasi) yang dikomandoi Moh Pahrurrozi S.Pd sebagai Dewan pengurus Daerah Lombok Timur ARM, saat melakukan Hearing untuk mempertanyakan sistem pencairan dana terhadap 7 kelompok terasi di Kec. Jerowaru dan 3 kelompok pengolahan air kelapa di Desa Korleko, menurut mereka bantuan tersebut dimanfaatkan oleh oknum tersebut untuk kepentingan diri mereka sendiri.
Seharusnya menurut ARM kelompoklah yang mengelola keuangan mereka sendiri, tetapi yang terjadi menurut mereka adalah oknum tersebut mengumpulkan kembali keuangan tersebut dengan alasan untuk menjaga anggaran tersebut agar tidak disalahgunakan aliass diselewengkan.
“Tindakannya seperti calo, tindakan ini tidak dapat dibenarkan, karena merugikan masyarakat,” ujar Pahrurrozi.
ARM pun hari Kamis yang lalu langsung menuju Kejaksaan untuk melaporkan persoalan tersebut, tetapi di Kejaksaan massa aksi tidak jadi melapor karena Kasi Intel Kejaksaan Negeri Selong sedang dinas luar, sehingga rencana mereka ditunda.
Ketua Muslimat NU Lombok Timur Hj Maryam, Sabtu (11/06) di ruangan Kadis STT Drs H. Aminudin menjelaskan bahwa dirinya memang yang mengurus proposal dari 10 kelompok tersebut, kelompok-kelompok ini menurut Hj Maryam tidak pernah ada yang mengeluarkan satu senpun untuk pengurusan. Setelah lama menunggu pada bulan Maret lalu diberikanlah berupa cek yang dicairkan langsung oleh pihak kelompok di Bank NTB.
Sebagai orang yang mengurus dan yang akan menampung hasil produksi mereka, Hj Maryam mengawasi langsung terhadap pembelian bahan-bahan yang akan dipakai sebagai bahan untuk produksi terasi.
“Jadi tidak benar saya mengambil uang, sesenpun saya tidak pernah ambil, yang benar saya mengawasi pembelian bahan-bahan dan melihat langsung proses pembayaran bahan-bahan tersebut,” jelasnya.
Kepala Dinas STT Drs H. Aminuddin setelah mendengar langsung dari pihak Hj Maryam sebagai Ketua Muslimat NU Lombok Timur mengambil kesepakatan untuk mempertemukan anatara pihak ARM dan Muslimat NU serta Kelompok penerima bantuan pada hari Sabtu minggu depan
“Nanti Kelompok yang menjelaskan langsung kepada peserta hearing minggu depan tersebut,” ujarnya mengakhiri pertemuan tersebut.(MJ)

