Mataram – Nusa Tenggara Barat (NTB) terkenal sebagai sentra bisnis mutiara. Beragam kerajinan berbahan mutiara tersebut sangat bebas ditemui di NTB. Ini menjadi magnet penarik wisatawan untuk membeli kerajinan tangan khas NTB.
Guna memberikan edukasi terhadap pelaku bisnis mutiara untuk mengasah kemampuan berbisnis mutiara, Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB berencana menggelar pelatihan bertema “Lombok Pearl Heritage Journey”.
Kegiatan nantinya akan digelar pada Sabtu, 15 Desember 2018 di Balai Besar Budidaya Loka Sekotong, Lombok Barat dan Sundancer Resort Sekotong.
Ketua BPD HIPMI NTB, Sawaludin, mengatakan, potensi Indonesia di bidang mutumanikam sangat besar, terutama mutiara. Indonesia merupakan negara pemasok 40 persen perdagangan mutiara dunia.
“Mutiara merupakan salah satu komoditas dari sektor kelautan dan perikanan yang bernilai ekonomis tinggi. Kami melihat bisnis mutiara di masa yang akan datang mempunyai
prospek pengembangan yang sangat baik,” ujarnya, Minggu, 9 Desember 2018.
Menurutnya, produk mutiara asal Indonesia, terutama jenis South Sea Pearl, dikenal sebagai mutiara terindah. Indonesia merupakan penghasil utama mutiara jenis ini.
Dia mengungkapkan, dalam kegiatan tersebut nantinya pengusaha mutiara akan dibekali edukasi berbisnis mutiara, memfasilitasi pengusaha mutiara dengan pihak perbankkan, mengembangkan networking di antara pebisnis dan mengenalkan potensi pariwisata secara umum pada peserta luar NTB.
“NTB merupakan salah satu sentra perdagangan mutiara yang sangat diminati wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Namun hal ini menjadi dilema apa bila pelaku bisnis tidak mengetahui proses berbentuknya mutiara laut,” ungkapnya.
Tanggung jawab HIPMI
Terpisah Ketua Panitia Lombok Pearl Heritage Journey , Toffi Rochadin Akbar mengatakan kegiatan ini juga bertujuan untuk memulihkan pariwisata NTB pasca diguncang gempa. Sehingga kegiatan tersebut juga menjadi pemantik hadirnya wisatawan. Terlebih lagi, di penutup acara akan digelar pameran yang memperlihatkan beragam mutiara asli NTB.
“Ini juga sebagai bentuk recovery (pemulihan) pariwisata NTB pasca gempa. Kita berharap kegiatan ini menjadi pemantik wisatawan. Apalagi di penghujung kegiatan aakn menampilkan pameran beragam kerajinan mutiara khas NTB,” terangnya.
Toff mengungkapkan kegiatan Lombok Pearl Heritage Journey merupakan tanggungjawab HIMPI yang telah banyak menaungi komunitas.
“Dalam hal ini HIPMI NTB sebagai salah satu lembaga yang menaungi komunitas ini, bertekad untuk memberikan edukasi kepada pengusaha mutiara agar dapat memberi nilai tambah dan dapat bersaing ke tingkat lebih tinggi,” tutupnya.**


