
Mataram, Corong Rakyat—SMA Hangtuah kota mataram terus melakukan pembenahan kualitas siswa dan guru demi membangun pendidikan yang berintegritas. Tidak cukup hanya dengan pelatihan dan pengembangan kelas unggulan yang dilakukan, namun kini pihak sekolah setempat mulai mewacanakan untuk melakukan pertukaran guru dan siswa dengan salah satu lembaga pendidikan di Australia.
‘’Ini sedang kita pikirkan bagaimana untuk bisa menjalankannya agar berjalan dengan baik program pertukaran pelajar tersebut kedepan,”ungkap kepala SMA Hangtuah Kota mataram Abdul Majid kepada wartawan saat menyambut kedatangan para guru dari lembaga pendidikan Bridge Australia Selasa,,(19/01/2016).
Dikatakannya, untuk melakukan pertukaran guru dan siswa ini memang sudah menjadi wacana dari dulu oleh pihak sekolah setempat, namun belum bisa dilakukan karena terkendala dukungan. Namun ditahun 2016 ini kata Majid, program ini diupayakan untuk direalisasikan dengan menggandeng peran pemerintah setempat.
‘’Kita juga punya link untuk pertukaran pelajar antar negara indonesia dengan Australia sekarang, sehingga tidak begitu sulit untuk kita lakukan, tinggal kemauan dan persetujuan dari guru dan wali murid siswa saja sekarang,”terangnya.
Sementara itu, untuk rencana pertukaran guru dan pelajar ini terkait dengan akomodasi dan biaya hidup di negara Kanguru mendatang, akan dibebankan sepertiga dari wali murid, sepertiga dari sekolah, dan sisanya akan diupayakan dari bantuan pemerintah. Jika ini disetujui maka pihak sekolah sendiri kata Majid bisa menjalankan program ini. sehingga tidak sekedar menjadi hayalan.
Pertukaran pelajar ini dikatakan Majid sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas SDM para guru dan siswa, berbagi ilmu dengan negara Kanguru tersebut sangat diharapkan pihak sekolah, dengan alasan negara tersebut memiliki kualitas SDM yang sangat baik, dengan keberhasilan negara Australia dalam pengembangan SDM tidak sedikit sekolah-sekolah negeri yang ada di Indonesia khususnya di Kota Mataram memanfaatkan untuk menggandeng lembaga pendidikan di negara tersebut dalam menambah wawasannya baik itu guru maupun siswa (Adi)

