Haerul Warisin ke 170 Pejabat Baru: Inovatif, Efisien, dan Jangan Banyak Gaya!

Lombok Timur – Bupati Lombok Timur, H.M. Haerul Warisin, menegaskan kepada 170 pejabat baru yang baru dilantik agar bekerja lebih keras, inovatif, dan komunikatif dalam menghadapi tahun anggaran 2026 yang penuh tantangan.

 

Dalam sambutannya saat pelantikan pejabat, Jumat (17/10/2025), Bupati Warisin menekankan pentingnya optimalisasi potensi daerah dan penciptaan sumber-sumber baru pendapatan asli daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

 

“Saya ingatkan kepada kalian semua untuk lebih inovatif, bekerja efisien dan efektif, serta komunikatif. Tahun 2026 kita terkena efisiensi sebesar Rp 329 miliar. Karena itu, kita harus bekerja lebih keras untuk meningkatkan PAD,” ujarnya.

 

 

 

Selain menekankan kerja keras, Bupati juga mengingatkan agar jajaran pejabatnya tidak menghambur-hamburkan anggaran pada kegiatan yang tidak berdampak nyata bagi masyarakat.

 

“Jangan ada lagi kunjungan kerja yang tidak penting. Silakan Kunker, tapi harus jelas hasilnya untuk daerah. Kalau cuma menghadiri undangan tanpa manfaat langsung, sebaiknya tidak usah. Kita harus efisien dalam tata kelola keuangan daerah,” tegasnya.

 

 

 

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Timur, Hasni, menjelaskan bahwa pemotongan transfer ke daerah (TKD) berlaku nasional, termasuk untuk Lombok Timur yang terkena efisiensi sebesar Rp 329 miliar.

 

Pemotongan itu terjadi pada beberapa pos dana, seperti DAU, DBHCHT, Dana Desa (DD), dan DAK fisik.

 

“Misalnya, DAK fisik yang sebelumnya Rp 129 miliar kini turun menjadi Rp 119 miliar,” ungkap Hasni.

 

 

 

Meski ada pengurangan dana, Hasni menyebut sejumlah program pemerintah pusat justru berpotensi menggerakkan ekonomi daerah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan menyerap tenaga dan sumber daya lokal.

 

“Dari sisi infrastruktur memang berkurang, tapi secara ekonomi justru meningkat karena ada perputaran uang di masyarakat,” jelasnya.

 

 

 

Selain itu, Lombok Timur juga akan menerima program pendidikan Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat, serta pembangunan dua pasar tradisional di Suela dan Montong Beter, yang kini dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).

 

Hasni menegaskan pentingnya sinergi antar-OPD untuk aktif menjemput program dan dana dari kementerian masing-masing.

 

“Kadis PUPR harus proaktif menjemput dana pembangunan infrastruktur dari pusat. Begitu juga sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan, semua harus bergerak cepat dengan data yang valid,” tegasnya.

 

 

 

Bupati Warisin pun berharap, meski terjadi penyesuaian transfer ke daerah, pembangunan tidak stagnan.

 

“Negara tentu sudah mempertimbangkan kebijakan ini karena adanya program prioritas lain. Mudah-mudahan ekonomi nasional membaik sehingga pembangunan daerah tetap berjalan,” pungkasnya.||Ri CR