
Lombok Timur, corongrakyat.co.id- Dinas Energi Sumber Daya Mineral, Perindustrian dan Perdagangan ( ESDM PP ) Kabupaten Lombok Timur mensinyalir salah satu penyebab kelangkaan pupuk dipasaran setiap tahunnya disebabkan masih adanya lahan petani yang belum masuk Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok ( RDKK ). RDKK yang diusulkan kelompok tani setiap tahunnya pada Dinas Pertanian dan Perternakan ( Distanak ), sehingga kuota yang mestinya cukup berdasarkan data yang dikirim ke pusat menjadi kacau. Hal itu dikatakan Kepala Bidang ( Kabid ) Perdagangan Suardi, S.Sos diruang kerjanya,( Sabtu, 07/02/2015).
“ Perkebunan seperti kelapa dan kebon kopi jarang dimasukkan RDKK,sehingga jatah RDKK lain diambil juga,” tegasnya.
Selaian faktor tersebut, hal lain yang menjadi masalah adalah penggunaan pupuk dari petani tembakau Virginia yang melebihi aturan pemupukan, terkadang petani tembakau tidak puas bila belum melihat daun tembakau hijau, padahal semua jenis pupuk bersubsidi yang diusulkan, berdasarkan jumlah takaran pemupuk secara ideal, dikalikan dengan luas lahan.
“ Kadang kalau belum hijau, petani belum merasa memupuk,” ujarnya.
Terhadap keluhan petani setiap tahunnya terkait kelangkaan pupuk, pihaknya sulit menertibkan, karena banyak pengecer yang menjual pupuk bersubsidi, tidak memegang data RDKK, bahkan tidak sedikit mereka menjual keluar areal kelompok tani.
Dari kuota yang diusulkan berdasarkan data yang ada, semua terpenuhi hampir 98 persen, misalnya untuk pupuk urea, dari 28.219,80 Ton terealisasi 26.196,65 ton. Kemudian untuk jenis SP.36 dari asumsi kebutuhan sebesar 5.500 ton terealisasi sebesar 5.003,30 ton. Kemudian untuk jenis ZA dari 4.344 ton terealisasi sebesar 1.418, 55 ton dan untuk jenis NPK dari 8.900 ton terealisasi sebesar 11.382,55 ton. Untuk jenis ini bertambah dari kouta sebelumnya kerena ada permintaan tambahan.
Untuk menertibkan distribusi pupuk bersubsidi ini, pihak ESDM PP tidak bisa melakukannya sendiri, harus ada keterlibatan berbagai unsur, yakni Komite Pengawas Pupuk, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan dan Bakesbangpol itu sendiri. (cr-lia)

