Lombok Timur — Dugaan praktik jual beli barcode BBM subsidi jenis Pertalite mencuat di wilayah selatan Lombok Timur. Program yang sejatinya diperuntukkan bagi nelayan justru diduga disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, barcode yang semestinya menjadi akses nelayan untuk memperoleh BBM subsidi di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, diduga tidak disalurkan sebagaimana mestinya. Oknum berinisial JA atau AQ.A disebut-sebut terlibat dalam praktik tersebut.
Alih-alih diberikan kepada nelayan yang berhak, barcode itu diduga diperjualbelikan kepada pihak lain. Salah satu nama yang mencuat sebagai penerima barcode adalah MR, warga Dusun Jor, Desa Jerowaru.
Tak tanggung-tanggung, harga yang dipatok dalam transaksi ilegal ini diduga berkisar antara Rp200.000 hingga Rp500.000 per barcode. Praktik ini jelas menimbulkan keresahan, terutama bagi nelayan kecil yang justru terancam kehilangan haknya atas BBM bersubsidi.
Jika benar terjadi, praktik ini bukan sekadar penyimpangan administratif, melainkan berpotensi mengarah pada pelanggaran hukum serius karena menyangkut distribusi program subsidi pemerintah yang seharusnya tepat sasaran.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk tidak tinggal diam. Penelusuran dan penyelidikan menyeluruh dinilai mendesak dilakukan guna membongkar dugaan permainan di balik distribusi barcode tersebut.
Selain itu, transparansi dan pengawasan ketat terhadap program berbasis barcode menjadi keharusan agar tidak terus dimanfaatkan oleh oknum untuk kepentingan pribadi.(Ri CR)

