DPRD Lotim Serius Dukung Pembentukan DOB

Wakil Ketua DPRD Lombok Timur Daeng Paelori SE Ketika Tutun Meninjau  Ke Masyarakat Tentang Rencana Pemda Menyedot Pasit Laut Untuk Kepentingan Reklamasi Teluk Beno
Wakil Ketua DPRD Lombok Timur Daeng Paelori SE

Lombok Timur,CR- Desas Desus Pembentukan Kota Madya Selong yang semakin santer dibicarakan dikalangan birokrasi, ternyata bukan hanya wacana belaka seperti yang dikemukakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur Daeng Paelori, SE saat diwawancarai dikediamannya oleh beberapa awak media, Selasa(2/8/2016).

Daeng Paelori yang juga sebagai Ketua Partai Golkar ini menyatakan bahwa DPRD Kabupaten Lombok Timur sangat-sangat serius mendukung Pembentukan Daerah Otonom Baru, baik pembentukan Kota Madya Selong maupun Kabupaten Lombok Selatan (KLS) yang dibentuk pada pemerintahan sebelumnya, salah satu bentuk keseriusan DPRD  pada pembentukan KLS dengan memberikan rekomendasi, serta menyetujui penganggaran, hingga pengusulan DOB yang sudah masuk pada Kemendagri, bahkan Bupati Ali Bin Dachlan menyetujui terbentuknya Kabupaten Lombok Selatan dengan wilayah Lima Kecamatan.

Daeng Paelori menambahkan Kabupaten Lombok Timur idealnya dibentuk dua Kabupaten dan satu Kota melihat wilayah Lotim yang cukup luas, infra struktur dan sumber PAD yang sudah cukup layak. Sebagai wakil rakyat tetap mendukung baik pembentukan KLS maupun Kabupaten Kota, tinggal bagaimana Pemda Lombok Timur dalam menyikapinya tergantung kebijakan daerah mana yang menjadi prioritas utama para pemangku kebijakan, ungkap Pentolan dari partai Golkar tersebut.

Pada kesempatan yang sama Koordinator Forum Kota (Forkot) Selong Ada Suci Makbullah, SH mengatakan melihat dari segi luas wilayah dan jumlah penduduk Lombok Timur, baiknya harus dimekarkan menjadi dua kabupaten dan satu Kota, yakni Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Selatan (KLS) dan Kota Madya Selong. Berkaca pada Kabupaten Lombok Barat terlebih dahulu membentuk Kota Mataram, Kabupaten Bima menjadi kota Bima. justru jika melihat kebelakang pada periode pertama Bupati Lombok Ali Bin Dachlan sebagai pencetus pertama pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) kota Selong yang sudah menjadi usulan DOB diantaranya Kecamatan Selong, Labuhan Haji, Suralaga dan Sukamulia,  sehingga pada saat itu pengusulan sampai Kemendagri RI. Karena pergantian pemimpin Daerah Lombok Timur pada waktu itu sehingga muncul Kabupaten Lombok Selatan (KLS).

Koordinator Forum Kota sebagai perwakilan Pokja Kota Selong berharap pada sang pendobrak Bupati Ali Bin Dachlan melanjutkan ide dan gagasan beliau dalam pembentukan Kota Madya Selong didukung oleh luas wilayah, infra struktur yang ada serta sumber PAD-nya.

“Sangat rasional Kota Selong menjadi Kota Madya yang merupakan harapan masyarakat Lombok Timur pada umumnya dan Koordinator Forkot Selong siap menjadi Garda Terdepan Bupati dalam pembentukan Kota madya,” ungkap Suci Makbullah mengakhiri komentarnya.(jhon)