Diki Ardianto, Aktivis dari Pringgabaya Resmi Maju sebagai Calon Wakil Presiden Mahasiswa UNDIKMA 2025 Membawa Semangat Kerakyatan dan Keadilan Sosial dalam Kabinet ASLI

Mataram—Dalam konstelasi politik kampus yang menuntut keberanian, kejelasan sikap, dan konsistensi pengabdian, hadir satu nama yang telah teruji dalam kerja nyata.

Diki Ardianto. Aktivis muda kelahiran Benteng, Desa Kerumut, Pringgabaya, Lombok Timur ini secara resmi menyatakan diri maju sebagai Calon Wakil Presiden Mahasiswa UNDIKMA 2025, berpasangan dalam Kabinet ASLI  singkatan dari Aktif, Solid, dan Inklusif.

Aktivis yang Tidak Dilahirkan, Tetapi Ditempa oleh Proses

Diki bukan sosok yang dibentuk oleh sorotan publik sejak dini. Ia tumbuh dalam kesunyian desa yang religius, penuh nilai kerja keras, dan minim fasilitas. Masa sekolahnya diwarnai dengan kesederhanaan; jauh dari sorotan organisasi, jauh dari panggung. Namun, justru di situlah daya ledak lahir: dunia kampus menjadi panggung transformasinya.

Sejak menjadi mahasiswa di Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA), ia menjelma menjadi aktivis progresif yang teguh prinsip, tajam berpikir, dan tegas dalam bersikap. Jejak organisasi dan kepemimpinan yang ia tapaki menunjukkan konsistensi dan keberpihakan yang tak bisa disangkal:

 

Rekam Jejak Organisasi:

Wakil Ketua DPM FBMB UNDIKMA (2024–2025)

Wakil Ketua II PMII Komisariat UNDIKMA (2025-2026)

Kabid I Kaderisasi – PMII Rayon Ki Hajar Dewantara (2023-2024)

CO. HRD – UKM Global English Community (GEC) (2024-2025)

CO. Public Relations – HMPS PBI UNDIKMA (2023-2024)

Ketua Panitia MAPABA, (2023)
Basic Training GEC, (2024)
Pelantikan & Harlah PMII UNDIKMA ke-XIX (2025)

 

Visi Kabinet ASLI (bersama Calon Presiden Mahasiswa):

Mewujudkan BEM UNDIKMA yang Aktif dalam berkontribusi, Solid dalam kebersamaan, dan Inklusif dalam keberagaman untuk menciptakan lingkungan kampus yang maju, adil, dan harmonis.

 

Misi Kabinet ASLI:

1. AKTIF dalam Memberdayakan Mahasiswa

Menghidupkan forum aspirasi kampus secara berkala.

Menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan diri berbasis kebutuhan mahasiswa.

Mendorong keterlibatan aktif dalam organisasi, kepanitiaan, dan kegiatan sosial.

2. SOLID dalam Kebersamaan dan Kolaborasi

Membangun sinergi antarorganisasi mahasiswa.

Menjalin komunikasi efektif antara mahasiswa, birokrasi, dan civitas kampus.

Mengembangkan advokasi mahasiswa yang responsif terhadap isu aktual.

3. INKLUSIF dalam Keberagaman dan Keadilan

Meneguhkan kampus tanpa diskriminasi.

Memfasilitasi kelompok rentan agar aktif dalam kegiatan kampus.

Mendorong kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mahasiswa.

 

Motivasi yang Menggerakkan:

“Saya bukan dilahirkan sebagai pemimpin, tapi saya belajar menjadi pelayan. Saya tidak tumbuh di ruang-ruang eksklusif, tapi dari lorong kampus, diskusi panjang, dan keringat kaderisasi. Saya ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa UNDIKMA berhak didengar, dilibatkan, dan diperjuangkan.”

 

Diki Ardianto bukan sekadar calon Wakil Presiden Mahasiswa, ia adalah representasi dari suara-suara sunyi yang ingin bangkit. Ia bukan elit kampus; ia adalah akar. Ia bukan pencitraan; ia adalah kerja diam-diam yang kini datang menuntut ruang dan tanggung jawab lebih besar.||Asrori CR