Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lombok Timur serahkan Rompi kerja untuk kader malaria di kecamatan Sembelia sebanyak 100 buah, 50 buah untuk wilayah puskesmas Sembelia dan 50 buah untuk wilayah puskesmas Belanting.
LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id -Kasus perkembangan lokal penyakit malaria di Lombok Timur terakhir berkembang di kecamatan Sembelia pada awal tahun 2016 di wilayah kerja puskesmas Sembelia dan Belanting.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lombok Timur, Kurnia Akmal mengungkapkan, saat itu malaria bisa ditekan sehingga penularannya berhenti/terputus pada pertengahan 2016. Sejak saat itu sampai saat ini tidak ada perkembangan/penularan lokal/setempat penyakit malaria.
Sebuah kabupaten dapat dinyatakan bebas/tereliminasi malaria bila berturut-turut 3 tahun tidak ada penularan lokal. Keadaan itulah yang didukung oleh IDI cabang Lombok Timur dibantu oleh PB IDI agar kasus malaria bisa ditekan,” Ujar Kurnia Akmal. 07/07.
Dirinya menambahkan, Program ini sudah dimulai sejak tahun 2018, tetapi tidak pernah di follow up karena kendala Gempa Lombok tahun 2018 dan pandemi Covid-19 tahun ini. Maksud IDI adalah membantu mendukung agar Lombok Timur bebas/tereliminasi malaria.
“Alhamdulillah secara kasus sudah memenuhi syarat. Tinggal proses verifikasi sehingga secara administratif Lombok Timur bisa disahkan sebagai kabupaten bebas malaria,” Tambahnya.
Adapun Bantuan yang diberikan IDI Lombok Timur berupa Rompi kerja untuk kader malaria di kecamatan Sembelia sebanyak 100 buah, 50 buah untuk wilayah puskesmas Sembelia dan 50 buah untuk wilayah puskesmas Belanting.
Dokter Kurnia Akmal berharap, Semoga Lombok Timur bebas atau tereliminasi malaria.(Cr-Wenk).

