BPW HIPKA NTB Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama: Bahas Strategi Ekonomi Daerah dan Peran Pengusaha Alumni HMI

Lombok Tengah- Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HIPKA) Nusa Tenggara Barat gelar silaturahmi dan buka bersama berlokasi di Vila Longtun, Lombok Tengah, Selasa, 25 Maret 2025.

Ketua BPW HIPKA NTB, Akhmad Roji, S.E., mengatakan bahwa silaturahmi dan buka puasa bagi pengurus dan anggota HIPKA NTB adalah momentum menyejajarkan kondisi ekonomi daerah yang menjadi domain kerja organisasi.

“Pola kerja HIPKA harus produktif. Setiap pertemuan dan silaturahmi harus jelas output bagi anggota saat ini,” kata mantan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur ini. Ia menjelaskan bahwa kondisi ekonomi nasional dan daerah sedang tidak baik-baik saja akibat guncangan COVID-19 yang membuat cadangan kas negara sedikit terkuras.

Kebijakan pemerintahan baru Prabowo-Gibran melalui Peraturan Presiden tentang penghematan belanja pegawai diharapkan mampu memperbesar belanja publik melalui berbagai intervensi ekonomi, seperti program Makan Siang Bergizi. Program ini diharapkan mampu menciptakan siklus ekonomi di desa serta meningkatkan daya beli petani.

Menurut mantan Ketua Umum HMI Cabang Selong yang juga sekaligus pendiri HMI Cabang Selong ini, serapan belanja Makan Siang Bergizi bagi komoditas seperti beras, sayur, daging, dan lain-lain bisa meningkatkan pendapatan lebih bagi petani.

“Pada sisi ini, diharapkan anggota HIPKA bisa mengambil bagian sebagai off-taker, membeli komoditas petani, kemudian menjadi suplier terhadap dapur-dapur Makan Siang Bergizi,” jelasnya.

Selain itu, kebijakan intervensi pasar pemerintah dengan mengelola posisi koperasi sebagai wadah ekonomi kerakyatan juga tidak bisa dianggap sebelah mata. Anggota KAHMI melalui komunitas-komunitas alumni di kampung bisa membentuk dan menjalankan usaha melalui koperasi dengan tetap memperhatikan rencana usaha dan risiko usaha yang terukur.

“Saat ini, keberadaan para alumni yang tersebar di berbagai medan perjuangan, mulai dari politisi pusat dan daerah, birokrasi, hingga pengusaha hebat nasional, harus dimanfaatkan sebagai jaringan laba-laba yang menangkap sekecil apa pun peluang pasar.

“Kita patut bersyukur, penyebaran alumni HMI ada di mana-mana, termasuk yang menjadi politisi nasional. Tentu kita berharap kebijakan nasional pro-rakyat dan pro-pengusaha sebagai pengejawantahan misi HMI, yakni adil dan makmur,” jelas Bang Ojik, sapaan akrabnya.

Berdasarkan hasil pemetaan HIPKA NTB, tidak sedikit alumni HMI di NTB yang memiliki pondok pesantren. Menurut Bang Ojik, pembangunan koperasi pondok pesantren yang dikelola dengan sistem syariah akan menopang ekonomi nasional melalui peran strategis seperti usaha katering, toko baju, hingga pengecer obat-obatan dan pupuk pertanian yang melayani masyarakat sekitar pondok pesantren.

“Pondok pesantren adalah laboratorium ekonomi gotong royong yang akan menopang pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar pemilik restoran Lumbung TA ini.

Bendahara Umum BPW HIPKA NTB, Bang Wan, dalam pemaparan peta ekonomi NTB saat ini mengatakan bahwa NTB mengalami tren pertumbuhan ekonomi yang cukup menggembirakan pada awal tahun 2025.

Dikutip dari data BPS, Provinsi NTB mencatat deflasi -0,55% (m-to-m) pada Januari 2025. Salah satu faktornya adalah pemberlakuan diskon tarif listrik di awal tahun, yang menjadi penyebab utama deflasi di tengah kenaikan harga beberapa komoditas hortikultura akibat musim hujan. Secara tahunan, inflasi Provinsi NTB tetap terkendali sebesar 0,68%.

 Badan Pusat Statistik Provinsi NTB merilis indikator terbaru statistik terkait inflasi dan nilai tukar petani Januari 2025, serta pariwisata dan transportasi Desember 2024.

Inflasi year-on-year (y-on-y) Provinsi NTB pada Januari 2025 sebesar 0,68 persen. Sementara secara bulanan (m-to-m) terjadi deflasi sebesar 0,55 persen, dan menjadi deflasi terdalam selama 13 bulan terakhir.

Nilai Tukar Petani Januari 2025 sebesar 125,91 atau naik 2,12 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP ini dikarenakan indeks harga yang diterima petani naik sebesar 2,93 persen, lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,8 persen. Nilai Tukar Petani yang terus meningkat menunjukkan bahwa daya beli petani di NTB terus membaik.

“Harga eceran tertinggi beras kita Rp12.500. Tapi kenyataannya, sekarang harga beras di pasar sudah Rp13.400. Itulah mengapa saya rajin hadir di rilis BPS. Saya ingin lihat, apakah inflasi sudah naik atau belum, terutama pada makanan dan minuman seperti beras. Dengan gabah kering panen yang sudah Rp6.500, pasti suatu saat harga beras ini akan naik,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB.

“Beberapa bulan terakhir, Pemprov NTB diingatkan akan terjadinya deflasi. Kemungkinan pemerintah daerah sekarang ini terlalu mengendalikan inflasi. Memang dalam jangka pendek, deflasi akan memberikan keuntungan bagi konsumen, tetapi dalam jangka panjang, akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan investasi,” jelas Bang Wan berdasarkan kutipan Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Ekonomi Setda NTB.

Sementara itu, pada Desember 2024, jumlah tamu menginap di hotel bintang sebanyak 98.722 orang, naik 10,93 persen dibanding bulan sebelumnya. Jumlah tamu menginap di hotel non-bintang pada periode yang sama juga naik 11,19 persen dari bulan sebelumnya, dengan total tamu 91.668 orang. Secara kumulatif sepanjang 2024, tamu yang menginap di hotel seluruh NTB sebanyak 2.132.422 orang, dengan 708.152 tamu mancanegara dan 1.424.270 tamu Nusantara.

“Selama Desember 2024, Kota Mataram menjadi daerah tujuan bagi 27,89 persen perjalanan wisatawan Nusantara di Provinsi NTB,” tegas Bang Wan, mengutip data BPS NTB.

Masih berdasarkan data BPS NTB, jelas Manager CV. Waya Logistic ini, pertumbuhan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Provinsi NTB meningkat. Pada tahun 2024, terdapat 324.624 unit UMKM, sementara jumlah koperasi di NTB pada tahun 2015 hanya 117 unit.

Sementara itu, Sekretaris BPW HIPKA NTB, Ahmad Tantowi, S.H., mengatakan bahwa kegiatan temu pengusaha HIPKA dan alumni akan rutin digelar di setiap daerah sebagai wadah outlook ekonomi, prediksi, dan proyeksi ekonomi daerah ke depan. Dengan demikian, para pengusaha KAHMI bisa mengambil langkah strategis dan produktif dalam berinvestasi.

Kegiatan silaturahmi dan buka puasa ini dihadiri oleh 200 orang yang terdiri dari pengurus, anggota HIPKA, dan alumni HMI.