BNN, KNPI, dan KTT Lombok Gelar Kampanye Bahaya Narkotika

Poster Anti Narkoba
Poster Anti Narkoba

Lombok Tengah, CR-Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan KNPI Lombok Tengah dan KTT Lombok melakukan kampanye bahaya Narkoba dibencingah Adi Guna kemarin, Sabtu (02/04/2016). Kampanye yang bertajuk “Mari Bersatu Membangun Lombok Tengah dengan bersama-sama memberantas Narkoba” dilepas oleh pihak BNN, sebelumnya dilaksanakan apel dimulainya sosialisasi yang  kemudian memulai aksi jalan mengelilingi jantung kota praya hingga finish kembali di tempat acara.

Dengan membawa spanduk dan baliho yang bertulisan berbagai arahan dan himbauan serta harapan agar kita sama-sama menjauhkan yang namanya narkoba dalam kehidupan sehari-hari, karna begitu besar dampak negatif dari penggunaan narkoba dalam kehidupan bersosial saat ini, para peserta yang sebagian besar para remaja yang masih mengenyam pendidikan dibangku sekolah ini menyampaikan isi kampanye pencegahan dengan nyanyian dan teriakan, seakan membenci yang namanya Narkoba.

Seperti yang disamapaikan oleh Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provensi, M. Irfan mengatakan bahwa saat ini Indonesia akan melakukan pembangunan yang berwawasan anti narkotika, namun juga saat ini Indonesia dalam keadaan darurat Narkoba, sehingga pihak BNN baik dari pusat hingga daerah akan terus mendorong pihak-pihak yang terdiri dari kelompok,komunitas, organisasi maupun instansi pemerintah untuk bersama-sama melakukan pencegahan dengan cara melakukan deklarasi atau kampanye-kampanye yang terus menerus seperti ini, karna BNN sebagai badan yang membidangi pencegahan,sosialisasi serta rehabilitasi terkait penggunaan narkoba.
Ia juga berterimakasih kepada Remaja dan Pemuda dari KTT dan KNPI lombok tengah atas kerjasama yang sangat kompak ditunjukkan saat ini, karna tanpa kolaborasi dan kerjasama dalam agenda seperti ini, pihak BNN tidak bisa bekerja maksimal, ucapnya.
Sebagai bentuk kepedulian kepada para remaja dan pemuda di Lombok Tengah, pihak BNN juga berjanji akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah guna memberikan pemahaman akan bahayanya mengonsumsi yang namanya narkoba, karna sebagian besar pengguna narkoba ini adalah para remaja, akunya.

Hal senada juga di utarakan oleh Koordinator Relawan BNN Provensi sekaligus ketua KTT Lombok, Dedet Dzuhussalam bahwa kegiatan kampanye bahaya narkoba ini merupakan awalan dari sosialisasi selanjutnya dan target kedepan akan mengoptimalkan kunjungan ke sekolah-sekolah dilombok tengah ini karna sebagian besar pengguna narkoba ini adalah adik-adik kita yang masih berstatus pelajar atau remaja,dan saya siap kapanpun dan dimanapun akan melaksanakan sosialisasi tanpa pihak sekolah harus mengeluarkan biaya sepeserpun dan tanpa harus bersurat terlebih dahulu, ujar pemuda Lombok Tengah yang  baru saja menyelesaikan studinya di IPDN ini.

Namun demikian, pihak BNN juga tidak menampik peredaran serta pengguna narkoba juga dilakukan di kantor-kantor, kawasan umum, sehingga ia berharap kepada masyarakat maupun relawan narkoba yang terbentuk hari ini bisa membantu pihak BNN untuk menelusuri, membina serta mencegah kegiatan yang menyangkut narkoba.

Ditanya terkait tidak adanya kantor perwakilan BNN di kabupaten Lombok Tengah, irfan menceritakan bahwa prosesnya panjang, harus bersabar dan pada dasarnya pihak BNN Provensi dan Pusat sudah mengusulkan semua kabupaten dan kota di Indonesia untuk dibangunnya perwakilan di daerah ke pihak MenPAN dan RB, namun kewenangan penentuan daerah yang akan duluan dibangun itu merupakan wewenang MenPAN dan saat ini di NTB saja baru 3 kabupaten, kota yang memiliki BNN yakni kota mataram, KSB dan Kabupaten Bima, tuturnya (Tar)