Bikin Bangga! Anak Muda Desa Sakra Bersatu Gelar Pesta Budaya dan Pameran Pusaka Sakral “Samuhita Sakre”

LOMBOK TIMUR, Corongrakyat.co.id — Komunitas anak muda di Desa Sakra, Lombok Timur, resmi mengumumkan kesiapan mereka untuk menyelenggarakan perhelatan kebudayaan bergengsi bertajuk Pagelaran Budaya & Tosan Aji Ke-II “Samuhita Sakre” yang bakal berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada 6 hingga 8 Agustus 2026 di Bale Desa Sangkep Sakre.

Acara yang digagas secara mandiri oleh komunitas Sakre Milenial Bekerisan bersama gabungan organisasi kepemudaan setempat ini dihadirkan sebagai wadah perayaan tradisi sekaligus pameran benda-benda pusaka tosan aji yang menjadi bagian penting dari identitas sejarah masyarakat Sakra.

Kepala Desa Sakra, Lalu Achmad Nadirsyah Yumawan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif anak-anak muda daerahnya yang berhasil menggerakkan kegiatan kebudayaan skala besar tersebut secara mandiri.

“Acara ini adalah acara Desa Sakra yang lahir dari semangat anak-anak muda kita sendiri, yang bersama-sama memiliki satu tujuan yaitu memajukan kebudayaan di Desa Sakra, dan pemerintah desa sangat mendukung penuh langkah positif seperti ini,” ujar Lalu Achmad Nadirsyah Yumawan saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Rodiyal Jafar, memastikan seluruh rangkaian persiapan operasional maupun penataan lokasi di Bale Desa Sangkep Sakre telah rampung 100 persen dan siap menyambut kedatangan pengunjung dari berbagai daerah.

“Kami dari panitia telah siap untuk menggelar acara ini, mulai dari penataan lokasi, koordinasi antar-paguyuban tosan aji di Pulau Lombok maupun luar pulau, hingga susunan mata acara selama tiga hari pelaksanaan yang mencakup Kirab Samuhita Sakre, Pameran Pusaka, hingga pentas seni pertunjukkan,” kata Rodiyal Jafar.

Berdasarkan susunan acara resmi, hari pertama perhelatan akan dibuka dengan Kirab Samuhita Sakre mengusung konsep empat penjuru yang berpusat di Perempatan Sakra, dilanjutkan pertunjukan Gamelan dan Teater Tradisional Amak Abir, seremonial pembukaan pameran pusaka, serta Pentas Seni Budaya pada malam hari.

Pada hari kedua, panitia menghadirkan Pameran Pelajar khusus sebagai sarana edukasi kebudayaan bagi para siswa sekolah di sekitar Desa Sakra beserta pentas seni malam, lalu ditutup pada hari ketiga dengan pengumuman doorprize dan malam puncak panggung seni.

Sekretaris Panitia, Lalu Garin Hidayat, mengimbuhkan bahwa pemilihan tajuk “Samuhita Sakre” mencerminkan persatuan visi generasi muda dalam merawat warisan budaya sendiri agar tidak punah digerus zaman.

Hal senada ditegaskan oleh Ketua Karang Taruna Desa Sakra, Sopyan, yang menyambut baik kolaborasi lintas komunitas pemuda tersebut dan mengundang seluruh lapisan masyarakat luas untuk hadir memeriahkan pesta budaya yang terbuka secara umum tanpa dipungut biaya ini. (CR-Max)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *