Dinas Kesehatan mengadakan kegiatan orientasi tekhnis manajemen kesehatan keluarga tingkat kabupaten lombok timur terutama untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, Rabu, 28/11. Di desa Tete Batu.
Lotim Corongrakyat.co.id- Dinas Kesehatan Lombok Timur melakukan berbagai upaya untuk akselerasi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) , akan tetapi masalah AKI dan AKB masih menjadi masalah yang belum terselesaikan ( Unfinished Businees ).
Untuk mengupas dalam rangka percepatan hal tersebut, Dinas Kesehatan ( Dikes )Lombok Timur menggelar petermuan di Grand Orri In yang diikuti berbagai unsur terkait.
“ Pertemuan ini tujuannya untuk Penguatan orientasi tekhnis manajemen kesehatan keluarga tingkat kabupaten lombok timur ini pembahasan tentang pencapain program yang ada di Dinas Kesehatan terutama strategi untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi dan Neonita,” ujar Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Rohyatul Aini.
Ia juga menambahkan “ Mengingat kita di Lombok Timur itu renking pertama dari sepuluh kabupaten kota yang ada di Nusa Tenggara Barat.
Adapun sasaran kegitan Orientasi Penguatan Manajemen Kesehatan ini meliputi, bidan, penangungjawab program kesehatan ibu dan anak di 33 Puskesmas, kemudian pemegang program UKS dan program Lansia.
Acra ini berlangsung dari jam 9 pagi sampai jam 16 sore hari, yang di kelola oleh Dinas kesehatan LOTIM yang di hadiri oleh 11 peserta dari kabupaten, dan 99 peserta dari 33 puskesmas kabupaten lombok timur
Rohyatul berharapan kedepannya semoga dengan banyaknya program yang di laksanakan bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi kerjasama dengan lintas program terkait.
Acara yang berlangsung di Green Ori ini membawa manfat tersendiri bagi para peserta, seperti pengakuan Budi Hartati perwakilan dari Pusmas Terara “Acaranya bagus lebih sering aja di laksanakan,karnakan baru kali ini ada 3 program terkait dengan remaja, AKI dan AKB.
Hapannya semuanya sudah terkodinasi, ada program UKS remaja KAIA ,agar berjaalan bersama, karna kita lihat saat ini masih berjalan sendiri-sendiri maksudnya biar nanti manajemennya ini terkobalorasi jadi satu, goalnya seperti itu,” tutup hartati. (Cr-Awenk).

