
KLU, Corong Rakyat—Aktifitas gunung baru jari masih terasa hingga kini, tercatat hingga beberapa kali mengalami letusan sejak minggu 25 oktober lalu, Hingga kini erupsi berskala kecil Gunung baru jari terus terjadi. Bahkan dampak erupsi membuat guguran abu vulkanik kini sudah mulai menjalar luas, masyarakat Tanjung dan Pemenang merasakan abu vulkanik dari letusan gunung tersebut.
‘’Mulai tadi malam ada abu, semua perabotan yang ada diluar rumah kena oleh abu, ” ungkap Samsul salah seorang warga Tanjung, kemarin.
Ditambahkannya, selain menutupi perabotan, dampak abu vulkanik juga dirasakan saat mengendarai motor. Disepanjang ruas jalan dikatakannya terasa lempengan abu yang tidak biasanya dirasakan demikian.
Sementara itu, data yang dihimpun dari Pusdalop BPBD Lombok Utara erupsi Gunung Barujari terjadi kembali sejak Senin malam 1 November lalu yang dimulai pukul 21.00 Wita hingga 23.00 Wita.
‘’Intensitasnya lumayan sering. Ketinggiannya masih dibawah 1.000 meter. Memang karena anginnya ke arah barat sehingga daerah seperti Tanjung dan Pemenang terkena dampak abu vulkanik,” jelas operator Pusdalop BPBD Lombok Utara Ahmad Zaenudin, kemarin.
Di tempat terpisah Kepala BPBD Lombok Utara Raden Tresnawadi mengatakan hingga saat ini aktifitas Gunung Barujari hampir sama dengan saat pertama kali erupsi dua pekan lalu. Ditambahkannya, setelah erupsi yang terjadi Senin malam kondisi di sekitar Santong mengalami perubahan. Abu vulkanik dikatakannya tampak di pepohonan yang ada di pinggir jalan dan di perbatasan Santong, juga tercium sedikit bau belerang.
‘’Erupsi Senin malam lalu cukup besar dan dampak abunya terasa di Santong dan Pegadungan, Kami mengimbau masyarakat yang hendak keluar rumah selalu memakai masker dan penutup kepala agar tidak terkena dampak abu vulkanik,” katanya.
Lebih lanjut, Tresnawadi mengatakan dampak abu vulkanik akibat erupsi memang bisa dirasakan di daerah Tanjung dan Pemenang karena arah angin dan kecepatan angin serta ketinggian letusan bisa menjadi pemicu. Erupsi kecil masih terus terjadi dengan ketinggian 300 hingga 400 meter saat ini.
Selain itu, pihak BPBD juga sudah menyiapkan langkah evakuasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti erupsi yang besar.
”Kita sudah siapkan langkah evakuasi di sekitar bantaran Kali Putih, khususnya bagi Desa Sambik Elen,” ungkapnya.
Sementara itu, petugas pos vulkanologi Mutaharlin saat dihubungi menjelaskan dari hasil pemantauan Selasa siang aktifitas di Gunung Barujari semakin meningkat sejak erupsi pertama dua pekan lalu.
“Peningkatannya tidak terlalu disignifikan, status belum diubah, rekomendasi masih seperti yang lama yakni batas aman tiga kilometer,” tutupnya. (Adi)

