Begini Kata Ketum PBNW Terkait Kontradiksi Pergantian Nama BIL

Terjadinya kontradiksi perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, (BIZAM) membuat tensi ditengah masyarakat khususnya di Lombok Tengah sedikit naik.

MATARAM, Corongrakyat.co.id – Kenyataan itu dilihat dari adanya aksi sebagian warga Lombok Tengah dan dugaan keterlibatan pimpinan daerah memerintahkan Perangkat Desa dan ASN menggelar aksi demo menolak pergantian nama bandara di kantor DPRD NTB, Mataram Senin (18/11/2019) lalu.

Menyikapi situasi itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainuddin Atsani, Selasa (19/11) mengungkapkan, terkait soal pergantian nama bandara itu adalah domainnya pemerintah pusat karena  mereka yang keluarkan SK.

Tentunya sebagai warga NTB sangat bangga ada tokoh NTB yang diangkat menjadi pahlawan dan namanya diabadikan menjadi nama bandara.

“Mari kita bersikap bijak dalam melihat keinginan pemerintah menghargai jasa Pahlawan, tidak perlu berlebihan menyikapi hal ini karena itu biasa terjadi di daerah lain dimana nama pahlawan nasionalnya dijadikan nama bandara,” katanya, di Mataram.

Ia juga meminta kepada masyarakat NTB supaya menghargai ulama, apalagi ulama itu juga sebagai pahlawan yang telah berjuangan memerdekakan bangsa ini dan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa.

“Jangan tunjukan ego sektoral, tapi lihatlah Maulanasyaikh itu sebagai Pahlawan yang diakui Negara. Jadi beliau bukan lagi milik masyarakat NTB, tapi milik bangsa dan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya pula.

Lebih jauh Rektor IAIH NW Lotim ini menandaskan, janganlah dengan hal ini memecahkan persatuan kita sebagai anak bangsa, tapi jadikanlah momentum ini sebagai upaya meneguhkan sikap keutuhan berbangsa.

“Jangan mudah terprovokasi, mari kita perkuat ikatan persaudaraan wathoniyah sebagai bangsa yang mencintai nilai-nilai budaya lokal kita,” imbuhnya.

Semua aksi, lanjutnya, harusnya berangkat dari rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap para pahlawan bangsa sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nasionalisme.

“Maulanasyaikh itu bukan milik NW saja, tapi milik bangsa Indonesia. Dan kami siap mendukung dan mengawal pemerintah dalam pergantian nama bandara Lombok menjadi Bandar Internasional Zainuddin Abdul Madjid,” pungkasnya.

Diharapkannya pula, secepatnya Presiden Jokowi meresmikan nama bandara di Lombok dengan nama Pahlawan Nasional asal NTB.(cr-01)