
Lombok Timur.Cr | Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lombok Timur (Kab.Lotim) belakangan ini soroti aturan biaya masuk ke Destinasi Wisata Gunung Rinjani dan ke Destinasi Wisata Jeruk Manis.
Menurut penjelasan dari Ahmad Roji, yang ditemui wartawan media ini diruangannya menyampaikan, “Terkait dengan tingginya biaya masuk kedalam kawasan Destinasi Wisata Gunung Rinjani itu mestinya harus mengikuti aspirasi publik, mengikuti aspirasi wisatawan, tidak lantas kemudian mengelola kawasan wisata itu seperti mengelola rencar mobil yang per harinya bisa mencapai Rp.150.000” ucapnya.
Dia juga menuturkan, aturan meningkatkan retribusi masuk pada kawasan wisata tersebut diduga tidak mengikuti kondisi Daerah hari ini.
“Tidak semestinya biaya masuk ke kawasan destinasi itu ditingkatkan, mengingat pariwisata yang ada di Daerah belakangan ini baru saja tengah dilanda bencana gempa bumi, Harusnya masuk ke kawasan wisata itu murah namun di dalam mahal seperti contoh Taman Mini Indonesia dan ancol, mari kita berpikir perbanyak wisatawan datang ke Lombok dengan harga tiket masuk ke kawasan destinasi wisata yang cukup murah”
Diharapkan juga kepada pengelola Destinasi wisata lain yang ada di Lotim, apabila ingin meningkatkan tarif pas masuk pada Kawasan Destinasi Wisata, baiknya harus memperhatikan aspirasi publik dan wisatawan lokal dan mancanegara, ini penting agar dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dalam rangka meningkatkan transaksi ekonomi dimasyarakat dan penginapan.
“Saya sangat menyayangkan kebijakan pusat Taman Nasional Gunung Rinjani yang tidak mengindahkan aspirasi yang berkembang di wisatawan lokal maupun manca negara”
Adapun dampak dari kebijakan tersebut cukup memberikan epek kepada perputaran ekonomi pada usaha lain yang ada pada kawasan destinasi wisata.
“Terdengar kabar daerah penyangga tidak bahkan belum mendapatkan manfaat secara langsung dari tingginya tiket masuk tersebut, baik untuk pembinaan dan peningkatan Sumber daya manusia masyarakat setempat, maupun terhadap penataan penunjang kawasan wisata setempat lainnya” duga Ketua BPPD Ahmad Roji. (Ar)

