Lombok Timur. Cr | Pengerukan kolam labuh pelabuhan Labuhan Haji yang selama ini ditunggu-tunggu akhirnya dapat dirampungkan.
Pelabuhan yang dihajatkan menjadi sumber penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur ini diserahterimakan dari kontraktor pelaksana pengerukan dermaga kepada Wakil Bupati Lombok Timur, H.Rumaksi SJ, Kamis (14/2/2019).
Serah terima pekerjaan pengerukan pelabuhan labuhan haji yang bersumber dari APBD Kabupaten Lombok Timur tahun 2018 ini dilakukan di atas Tug Boat yang berlayar di pelabuhan labuhan haji sekaligus dirangkaikan dengan melakukan cek lokasi kolam labuh yang saat ini kedalamannya mencapai 7 sampai 8 Meter.
Wakil Bupati yang didampingi Wakil Ketua DPRD Lombok Timur, H. Daeng Paelori mengungkapkan, selama ini banyak piihak yang pesimis terhadap keeradaan Pelabuhan yang tidak kunjung rampung pengerjaannya. Namun dengan selesainya pengerukan kolam labuh dermaga labuhan haji yang dapat dilihat langsung ini dapat menepis keraguan tersebut. Terlebih selama ini Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur telah menginvestasikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan Pelabuhan labuhan Haji.
Atas dasar itu setelah selesai pengerukan diharapkan kapal-kapal besar dengan kapasitas 2 ribu sampai 3 ribu DWT bisa berlabuh, dan dapat menopang kegiatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. tidak hanya labuhan haji saja tapi juga masyarakat Lombok Timur secara umum.
Selain itu keberadaan labuhan haji juga akan dapat mengulang sejarah kejayaan labuhan haji, yang dulunya pernah menjadi tempat pemberangkatan jamaah haji dan pusat perekoniman di jaman belanda.
Kendati demikian rumaksi juga berpesan kepada OPD terkait agar memperhatikan perawatan terhadap dermaga labuhan haji sehingga nantinya keberadaan pelabuhan ini sesuai dengan yang diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber penghidupan masyarakat bisa dicapai.
Pengembangan pelabuhan Labuhan Haji akan terus dilakukan, termasuk akan mengajukan bantuan dan kerjasama dengan Pemerintah Pusat guna mengatasi kekurangan anggaran dari Pemerintah Daerah Lombok Timur.
Sementara itu perwakilan dari PT. Cakra Multi Perkasa, Hamardika Utama dan tim tekhnis pekerjaan pengerukan pelabuhan labuhan haji menjelaskan, saat ini kolam labuh pelabuhan mencapai kedalaman 6 sampai 7 Meter dan kapasitas kapal yang dapat berlabuh sekitar dua sampai 3 ribu DWT dengan kecepatan 100-120 Bit.
Dengan posisi kolam labuh yang dibendung dengan break water menjadikan perputaran arus air didalamnya cukup kuat sehigga dipastikan pendangkalan dan sedimentasi akan lama terjadi bahkan masih bisa bertahun 3-5 tahun.
Meskipun langkah maintenance atau perawatan harus terus dilakukan setiap tahun. Bahkan menurut tim teknis pengelola pelabuhan haji harus memberikan peringatan dan pengawasan agar masyarakat tidak berenang ataupun menyelam di dalam kolam labuh karena akan membahayakan mengingat arus air yang kencang tersebut.
Ditambahkannya pembangunan pelabuhan labuhan haji dinilai telah direncanakan dengan baik untuk langkah pengembangan. Bahkan pelabuhan tersebut dapat dikembangkan menjadi Pelabuhan Regional sebagai akses berlabuh kapal-kapal besar dengan petikemas dengan pengerukan penambahan akses jalan dan dermaga diluar kolam labuh.
Cek lokasi dilakukan disekitaran kolam labuh Pelabuhan didampingi Kepala Bidang Pengairan dinas PUPR Lombok Timur, Sosiawan Putraji serta perwakilan dari Polres Lombok Timur, Kepala UPP Labuhan Haji dan sejumlah awak media. (red. Cr)

