Labuhan Haji Jadi Sasaran Proyek Tapi Multiplier Effect Tak Dirasakan

Lombok Timur.CR – Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, diketahui beberapa Tahun belakangan ini Desa tersebut tengah menjadi sasaran pembangunan, baik oleh Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten.

Sederet proyek bernilai puluhan Milyaran Rupiah yang tengah dibangun serta yang sudah terbangun di Desa Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur diantaranya : Pelabuhan Labuhan Haji yang menelan anggaran hingga kurang lebih 1 Triliun Rupiah, Gedung Rumah Sakit Islam Kita (RSIK) kurang lebih hampir 30 Milyar Rupiah dari bantuan Dana Zakat, Rumah Susun milik Dinas SNVT Prov NTB kurang lebih sekitar 16 Milyar, Wahana Wisata 5 Milyar dan beberapa proyek pembukaan jalan baru serta pembebasan lahan.

Kendati demikian, terhadap sederet pembangunan di Desa Labuhan Haji ini, dinilai oleh Kepala Desa Labuhan Haji Pahminuddin, tidak memberikan Multiplier Effect terhadap peningkatan Pendapatan Desa (PADes), mestinya dengan begitu banyak pembangunan PADes kami akan meningkat di Desa, akan tetapi itu tidak terjadi, begitu juga kaitan terhadap peningkatan Ekonomi serta upaya pemberdayaan masyarakat setempat minim. Mengingat semua pembangunan tersebut seperti, RSIK, Wahana Wisata dan juga Rumah Susun, seluruhnya dipastikan akan dikelola oleh pihak Ketiga dan Pemda

“Tidak satupun dari proyek yang sudah di bangun tersebut memiliki komitmen untuk Pendapatan Asli Desa (PADes), terlebih kepada upaya pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat, sementara kita di Desa, selalu diminta oleh Pemerintah untuk dapat  memajukan Desa, mensejahterakan masyarakat  dalam rangka menuju Desa yang mandiri, akan tetapi kalau demikian adanya, jika seluruh potensi Desa itu di ambil serta di kelola oleh pihak Ketiga dan Pemda, bagaimana Desa ini bisa mandiri, contohnya, untuk lapak pedagang kaki lima yang ada di pesisir labuhan haji yang dibangun dari dana pusat lima tahun lalu tersebut, terhadap pengelolaannya sudah diserahkan kepihak ketiga oleh Dinas Koperasi, sementara kami hanya mendapatkan Sampah serta sederet persoalan” terang Pahmin yang ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Pahmin juga menyinggung,  di dalam setiap proses perencanaan pembangunan yang akan hendak dilakukan oleh pemerintah, jarang sekali dilakukan upaya pendekatan atau sosialisasi kepada pemerintah Desa maupun kepada masyarakat, sehingga kerap menimbulkan pro dan kontra.

“Saya berharap kedepan, kepada pemerintah saat ini, di dalam merencanakan suatu pembangunan harus ada keterlibatan masyarakat dan Pemerintah Desa, sehingga pada saat mulai membangun  tidak menimbulkan gejolak di masyarakat seperti yang pernah terjadi pada proyek Rumah Susun, RSIK, dan pembangunan Wahana Wisata Pariwisata Kabupaten Lombok Timur pada wilayah pesisir pantai” imbuhnya.

Sementara itu dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat dan memaksimalkan upaya pemberdayaan serta peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) Kepala Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, berencana akan menjadikan tiga Dusun Mandar, Dusun Ambengan dan Montong Meong menjadi Desa Wisata, selain itu juga dia berencana akan melakukan penataan terhadap lapak-lapak masyarakat yang ada pada kawasan pesisir. Namun dalam program tersebut tentu Pemdes Labuhan Haji akan membutuhkan anggaran yang cukup besar karena kalau hanya mengandalkan Dana Desa (DD-ADD) tidak akan cukup.

“Saya berharap terhadap sederet rencana pengembangan potensi lokal Desa yang tengah kami rencanakan tersebut dapat direspon dengan baik oleh pemerintah daerah dan masuk di dalam RPJMD” harap Pahmin. (Ari)