Lombok Timur. CR – Berdasarkan penjelasan dari Wakil Ketua III Baznas Kabupaten Lombok Timur Ir. M Nazri, Kaitan dengan Yayasan “KITA” yang dibentuk oleh pemerintahan terdahulu yang di Ketuai oleh H. Rawitah (Mantan Ketua Baznas Lotim), di Isukan sudah berencana akan menyerahkan Bangunan Rumah Sakit Islam Kita (RSIK) tersebut ke Baznas atau Ke Pemda, namun itu semua tergantung dari Bupati Kabupaten Lombok Timur.
“Ketua yayasan “KITA” H. Rawitah sudah berencana menyerahkan Gedung Rumah Sakit tersebut ke Baznas atau Pemda, dan pastinya kami di Baznas selalu siap, apakah nanti Rumah Sakit itu di dikelola oleh pemda ataupun oleh Baznas, terlebih apabila nanti Baznas ditunjuk oleh Pemerintah untuk mengelola RS tersebut kami sudah siap” kata Ir. M Nazri yang di dampingi oleh Sekretaris Baznas Nurul Hadi, saat ditemui wartawan Senin (7/1/2019).
M Nazri, juga menyebutkan, Rumah sakit yang ada di Kecamatan Labuhan Haji itu pastinya tidak akan dikelola oleh yayasan “KITA” karena beberapa pertimbangan, kalau yayasan yang mengelolanya dari mana kemudian yayasan akan mendapatkan anggaran, terlebih rumah sakit ini masih membutuhkan anggaran yang cukup besar. untuk pengadaan Alkesnya saja, Rumah Sakit ini masih membutuhkan anggaran sebesar 20 milyar itu belum termasuk tenaga Sumberdaya Manusia (SDM) nya, baik itu Dokter dan Tenaga Perawat.
“Ada Kemungkinan kalau dana Alkes nanti bisa bersumber dari Baznas maka itu akan menjadi Rumah Sakit Baznas Kabupaten Lombok Timur, tetapi kalau tidak, tentu akan dianggarkan dari APBD Kabupaten Lombok Timur dan tetu Rumah Sakit itu akan menjadi Rumah Sakit milik Pemda” ucapnya.
Kalau kita berkaca dari luar Daerah, banyak Baznas yang mengelola pelayanan pada bidang kesehatan (Klinik), tetapi didaerah kita belum ada yang seperti itu, di beberapa daerah itu semua anggaran pelayanan kesehatannya (Klinik) bersumber dari Baznas, baik itu dana Alkesnya, Gaji Karyawannya, semua bersumber dari Baznas, namun itu sifatnya Klinik bukan Rumah Sakit. Dan terbukti,klinik yang dikelola oleh Baznas tersebut mampu menjadi klinik rujukan. Sehinga bukan tidak mungkin kedepan di Kab. Lotim ini juga akan bisa seperti itu, atas dasar itu kemudian Baznas Lotim melakukan Lobi-Lobi dan pembicaraan terkait arah pengelolaan Rumah Sakit tersebut.
“Lobi-lobi terus kita lakukan dan Tim Audit juga baru selesai bekerja, dan baznas pusat sudah menginformasikan siap membangun siap mengisi dan siap mengoperasikan, tetapi di Lombok Timur tidak perlu membangun Gedung Rumah Sakit karena kita sudah punya itu, hanya saja tinggal di isi dan di Oprasionalkan, dan pihak Pusatpun sudah melakukan survei ke lokasi RS yang ada di Kecamatan Labuhan Haji, hanya saja keputusan dari pusat belum ada, itu juga tengah menjadi bahan penantian kita di Baznas Lotim Selain keputusan Bupati” pungkasnya. (Ari)

