PERINGATAN HARI IBU KE 90 DAN HUT GOW KE 56 KAB. LOTIM

Lombok Timur – Peringatan Hari Ibu merupakan momen tahunan untuk mengingat dan mengenang tugas jasa ibu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peringatan Hari Ibu ke 90 di Kabupaten Lombok Timur ini juga dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun GOW ke 56. Peringatan digelar di Pendopo Wakil Bupati Lombok Timur, Rabu (26/12), dengan mengambil tema “Bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa”.

Wakil Bupati Lombok Timur H. Rumaksi Sj. yang hadir pada kesempatan tersebut mengingatkan bahwa Hari ibu merupakan buah dari pergerakan perempuan, dengan Kongres Perempuan pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta sebagai tonggaknya. Saat itu perempuan Indonesia telah memiliki pemikiran jauh ke depan, memetakan persoalan perempuan di negara ini dan merumuskan berbagai upaya untuk terus meningkatkan kapasitas dan keterlibatan perempuan dalam pembangunan. Peringatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran dan pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

Tema besar peringatan Hari Ibu ke-90 diharapkan dapat meningkatkan kesetaraan peran permepuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan. Di Lombok Timur misalnya, dengan angka kemiskinan yang terus menurun, Lombok Timur masih menyimpan kasus Gizi buruk yang terus meningkat. Demikian pula dengan kasus stunting. Data terakhir menunjukkan jumlah balita stunting di Lombok Timur berada pada angka 35,1 persen, hanya sedikit lebih rendah dibanding dengan angka stunting di tingkat provinsi yang mencapai 37,2 persen. Rumaksi juga menyoroti angka perkawinan usia anak yang megkhawatirkan, kendati Pemerintah telah mengambil langkah pencegahan dan penanganan melalui berbagai upaya seperti mendorong pihak kecamatan mendukung program Pendewasaan Usia Perkawinan dan perlindungan serta pemenuhan hak anak. Selain itu juga melakukan koordinasi dengan Lurah dan Kepala Desa dalam bentuk program dan kegiatan di desa dan kelurahan dengan memberikan penghargaan bagi desa dan kelurahan yang berhasil menekan perkawinan usia anak, akan tetapi diakuinya upaya tersebut tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

Menurutnya, “kita semua tentu paham bahwa upaya menurunkan dan mencegahnya berulang di masa-masa mendatang adalah ketahanan keluarga, sebagai jalan mewujudkan kesejahteraan bersama,” ditambahkannya, “jalan itu tidak hanya menjadi kewajiban satu pihak tertentu; bukan hanya perempuan atau kaum ibu, melainkan juga laki-laki melalui sebuah kerjasama dan sinergitas yang baik,” harapnya.

GOW di usianya yang ke-56 ini kita harapkan dapat membawa pengaruh dan energi positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak, dan kemajuan perempuan, utamanya di daerah ini. Mengingat pula bahwa hal itu sejalan dengan misi ke empat arah kebijakan Lombok Timur dalam lima tahun ke depan, yaitu Memperkuat pemberdayaan perempuan alam pembangunan sosial, politik, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan anak serta meningkatkan pembinaan kepemudaan dan olahraga.” Sebab kita percaya perempuan mampu menjadi motor penggerak perubahan dan kemajuan.
“Mari bersama mewujudkan partnership antara organisasi Pemerintah dan Organisasi Wanita, juga partnership antara laki-laki dan perempuan, demi mewujudkan Lombok Timur Adil, Sejahtera, dan Aman,” ajak Rumaksi.

Sebelumnya, Ketua GOW Kabupaten Lombok Timur Hj. Siti Kudsiah Rumaksi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk kesuksesan kegiatan peringatan Hari IBu yang ke- 90 dan HUT Gabungan Organisasi Wanita ke 56 Tingkat Kabupaten Lombok Timur.

Ia mengakui bahwa seorang ibu memiliki amanah dan tugas mulia dalam keluarga. Selain sebagai ibu yang mencetak dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi terbaik, juga sebagai istri pendamping dan pendukung kesuksesan suami. Maka tidak salah jika peringatan hari Ibu yang ke-90 yang ini menjadi wadah melakukan evaluasi, seberapa banyak bekal yang dimiliki para ibu untuk mempersiapkan generasi penerus yang akan berhadapan dengan tantangan zaman modern. Namun menurut Kudsiah harus disadari pula bahwa tugas-tugas ini tidak akan dapat dilakukan sendiri oleh kaum ibu namun membutuhkan peran suami maupun masyarakat secara luas, sebab telah mejadi permasalahan krusial yang kita hadapi bersama.

Keberadaan GOW diharapkan bisa menyatukan organisasi wanita dan selanjutnya membentuk kekuatan. Secara bersama-sama melakukan kerja nyata dalam membantu menggerakan pembangunan, khususnya untuk Kabupaten Lombok Timur sesuai profesinya kita masing-masing. Ketua GOW mengajak agar organisasi wanita menunjukkan kapasitasnya demi mewujudkan Gabungan Organisasi Wanita yang lebih maju serta turut serta membangun Kabupaten Lombok Timur.

Pada kesempatan itu dilakukan penyerahan santunan kepada lansia dan anak yatim piatu yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua GOW didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Timur.

Turut hadir dalam acara tersebut Forkopimda, Sekda, Assisten, Kepala OPD, Ketua Dharma Wanita Persatuan Lombok Timur, Perwakilan Organisasi Wanita, Lansia dan anak-anak Yatim piatu. (Humas)