
Selong,- Dalam upaya meningkatkan kemampuan Aparat Teritorial, Kodim 1615/Lombok Timur (Lotim), melaksanakan kegiatan Apel Danramil dan Babinsa tersebar tahun 2018. Apel tersebut, sesuai dengan Surat Perintah Danrem 162/Wira Bhakti nomor Sprin / 1473/XI/2018, tentang Perintah melaksanakan kegiatan apel Danramil dan Babinsa tersebar tahun 2018.
Apel itu, mengangkat tema ” Peran Danramil Dan Babinsa dalam Pembangunan Daerah”.
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Rumaksi sj, SH sekaligus memberikan materi, bertempat di Gedung Wanita Selong, Rabu (12/12).

Kegiatan yang berlangsung sampai tanggal 14 Desember mendatang ini, di ikuti 11 Prajurit Danramil dan 254 Babinsa dari seluruh Desa dan Kelurahan se-Lotim, menghadirkan narasumber baik dari unsur TNI/Polri, OPD terkait dan KPU.
Wakil Bupati Lotim, H Rumaksi SJ, dalam arahannya mengatakan, pemerintahannya saat ini memfokuskan pembangunan Lotim pada 2019 mendatang, sebagai penjabaran visi misi menuju masyarakat Lotim yang Adil, Sejahtera, dan Aman. Visi misi itu, dimulai dari pembangunan fisik.
Sedikitnya Rp. 300 miliar sambung Rumaksi, dianggarkan pada APBD 2019, untuk pembangunan sarana seperti jalan, saluran irigasi, serta pembangunan tower air untuk optimalisasi sumber air Tutuk di wilayah Selatan.
“Ini, sebagai pengejawantahan dari prinsip Jalan mulus sepanjang jalan, Air mengalir sepanjang tahun, dan listrik menyala sepanjang hari. Hal itu, sebagai konsep pembangunan Lombok Timur, demi pemerataan pembangunaan yang berkeadilan,”jelasnya.
Selain infrastruktur lanjut Rumaksi, fokus pembangunan lainnya adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Ini terkait pula melorotnya posisi IPM Daerah ini, dari semua kabupaten kota di NTB.
Bidang kesehatan sebagai salah satu indikator IPM misalnya, Pemerintah menganggarkan Rp. 15 Miliar. Anggaran itu untuk mempersiapkan Puskesmas Keruak dan Puskesmas Aikmel menjadi Rumah Sakit Tipe C. Selain itu, Pemerintah juga mengalokasikan dana bansos Rp 16 miliar, untuk fungsi kesehatan (BPJS), guna mendukung kebijakan pemerintah, meng-cover biaya kesehatan masyarakat miskin.
Sebelumnya, sejak Oktober Pemerintah telah memberikan pelayanan kesehatan dasar gratis bagi masyarakat yang tidak memiliki kartu JKN-KIS, di seluruh fasilitas kesehatan pemerintah yang ada di Lotim.
Sedangkan di sektor pendidikan, sebagai indikator IPM lainnya, Pemerintah berupaya mengurangi angka drop out, dengan memberikan bantuan biaya pendidikan dasar dan menengah bagi seribu anak yatim, Rp. 5 Miliar dialokasikan secara berkelanjutan selama tiga tahun untuk keperluan itu.
” SDM berkualitas tentunya akan mampu mendorong akselerasi pembangunan. Upaya pemerintah ini, tentu tidak lepas dari dukungan semua elemen, termasuk TNI,” tegasnya
TNI yang berangkat dari rakyat ucapnya, memiliki peran besar dalam pembangunan. Sesuai undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indoensia, salah satu tugas TNI yang dirinci dalam pasal 7 (2) huruf b, yaitu tugas pokok operasi militer selain perang, salah satunya adalah membantu tugas pemerintah daerah.
Tahun 2017 lalu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, menandatangani nota kesepahaman atau MoU, dengan TNI, untuk menyukseskan pembangunan kawasan perdesaan di Indonesia. Salah satunya, dengan ikut mengawasi penggunaan Dana Desa (DD). Melalui Babinsa, TNI bisa mengingatkan Kepala Desa agar proses penggunaan Dana Desa bersifat transparan dan sesuai apa yang direncanakan.
“Tahun 2019 nanti, Lombok Timur mendapat ADD sebesar Rp. 307 Miliar lebih. Belum lagi ADD, yang bersumber dari APBD Lombok Timur sebesar Rp. 130 Miliar,” terangnya.
“Di swasembada pangan Kementerian Pertanian dan TNI AD, juga telah menandatangani MoU sejak 2012 lalu. Di Lombok Timur, Kodim 1615 berperan aktif dalam pengamanan pupuk bersubsidi dan distribusi pupuk tersebut,” tambah Rumaksi.
Ia mengungkapkan, TMMD tahun 2018 yang berlangsung pada Agustus lalu di Jerowaru saja, TNI berhasil merampungkan pembuatan jalan baru, rehab Mushola, pembuatan poskamling, pembuatan tempat wudhu, pemasangan flapon baja dan pembuatan saluran irigasi. Selain fisik, dilaksanakan pula kegiatan non fisik berupa penyuluhan berbangsa dan bernegara, kesadaran bela negara dan cinta tanah air.
Secara umum, TMMD telah melakukan pembukaan jalan baru, perbaikan rumah dan sarana sosial, serta kegiatan bhakti sosial lainnya. Kegiatan-kegiatan semacam ini, menurutnya telah membantu Pemda, dalam mewujudkan program prioritas pembangunan daerah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pembukaan jalan baru praktis memperlancar arus transportasi. Selain itu perbantuan TNI di bidang infarstruktur ini, juga dapat membantu Pemda, menginventarisir infrastruktur yang rusak di wilayah binaannya. Baik akibat bencana alam, maupun usia pakai sarana tersebut.
Pemerintah berharap, TNI dapat melaksanakan tugas dengan konsep dan peran yang optimal. Dengan demikian, dapat membantu penyelenggaraan dan fungsi Pemda, yang pada muaranya dapat mendukung kesejahteraan masyarakat, serta mampu mengatasi berbagai permasalahan yang timbul. Sehingga, stabilitas keamanan di wilayah ini dapat terpelihara.
“Tahun 2019, kita akan Pemilu serentak. Mari kita berkomitmen, untuk mewujudkan pemilu yang aman, damai dan bebas dari demonstrasi, unjuk rasa yang anarkis, maupun konflik sosial yang dapat membahayakan keamanan nasional,” harapnya
Terakhir Rumaksi mengucapkan terimakasih atas jasa dan pengabdian yang telah diberikan TNI, mari terus bersinergi untuk suksesnya pembangunan di daerah ini. ( Humas)

