Wartawan Lotim Gelar Aksi, Minta Polisi Terapkan pasal berlapis

Lombok Timur – Rabu (12/12/2018) seluruh Kontributor Wartawan Lombok Timur yang bernaung dibawah organisasi PWI, IPJI dan IJTI, Corongrakyat. co.id, I GlobalNews.com, Suarakonsumenindonesia. Com, Radar Lombok, Suara NTB, TVRI, Radar Mandalika, RRI, Radar Nusantara, Selvi, Sasambo TV, gelar Aksi Solidaritas di Simpang IV BRI Selong, mengecam aksi persekusi terhadap Fahmi, jurnalis Radar Lombok Senin, 10 Desember 2018 sore kemarin di Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat.

Seluruh Wartawan yang bertugas melakukan peliputan di Kabupaten Lombok Timur ini, dalam aksi solidaritanya terus Mendesak Polda NTB dan Polres Lombok Barat untuk dapat mengusut dan memproses hukum pelaku pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh pendukung salah satu calon kepala desa yang ada di Lobar.

Mewakili Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Rizal, selaku Koordinator aksi menyampaikan, “tindakan Persekusi Jurnalis Radar Lombok yang diduga dilakukan oleh pendukung Calon Kepala Desa di Lobar tersebut, harus dapat ditindak tegas oleh Polda NTB dan Polres Lombok Barat, Jika tidak, maka kami akan melakukan aksi solidaritas lanjutan ke Polda NTB” tegasnya.

Hal yang sama juga ditegaskan Bang Wan Wartawan Corong Rakyat, Tindakan kriminlisasi Jurnalis Radar Lombok tersebut, tidak bisa dimaafkan secara hukum, karena akan memberikan presiden buruk bagi perlindungan hukum bagi jurnalis yang sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya.

” Tugas jurnalistik ini adalah tugas kebangsaan dan kenegaraan, karena kami mewakili publik memenuhi rasa keingin tahuan mereka diberbagai sudut peristiwa, jadi tidak elok rasanya pelaku memusuhi kami,” Tegas Bang Wan yang juga mantan Aktivis HMI ini.

 

ia juga menegaskan, penganiayaan yang dilakukan terhadap Pahmi, diyakini dari kronologis pristiwanya, dilakukan diduga dilkukan secara berencana, tidak sopontanitas, hal ini bisa dilihat dari peristiwa awal kedatangan Pahmi, langsung dihadang, motivasi pelaku adalah mengjalangi pengambilan gambar, agar pristiwa anarkis tidak terdokumentasi.

 

” Kami minta Kapolres Lombok Barat dan kami juga meminta Bapak Kapolda NTB memberikan atensi dan menelusuri tuntas motif pemukulan ini, karena dari aspek ilmu kriminalogi, terang dugaan ada penganiayaan berencana. oleh karena itu sepatutnya penyidik menerapkan pasal berlapis,” Tegasnya.

Usai melakukan aksi dan menyampaikan pernyataan sikap, 20 Wartawan Lotim ini kemudian menggelar doa bersama untuk keselamatan bagi seluruh wartawan yang tengah melakukan tugas peliputan agar stetap dalam lindungan Allah SWT. (Ari)