
Lombok Timur, CR – Puluhan wartawan yang bertugas melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Senin siang (03/12/16) menggelar pertemuan di aula kwarcab pramuka Lotim.
Pertemuan tersebut membahas beberapa agenda kaitannya dengan organisasi kewartawanan di Gumi Selaparang , menurut beberapa wartawan yang hadir selama ini organisasi kewartawanan kurang mengakomodir para wartawan dan organisasi tersebut dirasa kurang berkoordinasi dengan organisasi wartawan yang lain, sehingga terkesan ada persaiangan antar organisasi kewartawanan itu sendiri.
Kenadtipun demikian, hal tersebut di bantah oleh Dimyati selaku Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Lotim dan Lalu Mujahidin Selaku Ketua Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Cabang Lotim.
Bahwa selama ini diakui memang terkesan seperti terlihat ada perang dingin antar organisasi tersebut, akan tetapi justru yang terjadi adalah sebaliknya, dikarenakan masing-masing organisasi memiliki kegiatan tersendiri sehingga terlihat kesan berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya koordinasi.
Sehingga beranjak dari hal tersebut, beberapa wartawan senior berinisiatif untuk membuat satu wadah khusus yang mampu merangkul semua organisasi kewartawanan tersebut, sehingga kedepannya lebih mudah untuk melakukan koordinasi dan kerjasama.
Adapun pertemuan tersebut dihadiri oleh puluhan wartawan baik dari media cetak, elektronik, maupun televisi. Masing-masing memiliki pendapat tersendiri dalam upaya membentuk sebuah organisasi yang bisa mengcover seluruh wartawan di Lombok Timur.
Sehingga setelah terjadi beberapa silang pendapat tercapailah kesepakatan untuk membuat satu wadah dimana seluruh wartawan di Lombok Timur menjadi bagian atau anggota didalamnya. Terbentuklah Balai Musyawarah Wartawan atau disingkat BMW Lotim.
Struktur organisasinya sendiri menggunakan presidium, dimana masing-masing organisasi mempunyai wakilnya sendiri dalam struktur tersebut, sehingga nantinya presidium tersebutlah yang memilih ketua presidium yang menahkodai organisasi Balai Musyawarah Wartawan dimaksud.
Hal ini dimaksudkan agar tidak ada kecurigaan anggota dalam pengelolaan organisasi.
Selanjutnya, kedepan organisasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan penghubung antar organisasi wartawan maupun pribadi wartawan itu sendiri agar tidak ada lagi istilah atau kesan mengelompokkan diri selaku wartawan. (tur)

