Oasistala Lombok Timur Buka Pendaftaran Calon Anggota

Ketua Oasistala Lotim M. Rosadi Jauhari atau Makong
Ketua Oasistala Lotim M. Rosadi Jauhari atau Makong

Lombok Timur, CR – Organisasi Mahasiswa dan Pemuda Pencinta Alam (Oasistala) Lombok Timur membuka pendaftaran anggota baru, hal ini terlihat dengan adanya stand pendaftaran yang dipasang dipinggir jalan depan gerbang masuk SMA NW Pancor di Jalan TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid.

Menurut Ketua Oasistala Lotim M. Rosadi Jauhari pendaftaran calon anggota baru sudah dibuka tanggal 23 November 2016 kemarin artinya hari ini (25/11/16) merupakan hari kedua pendaftaran dan akan ditutup tanggal 15 Desember mendatang.

Lebih lanjut pecinta alam yang memiliki nama Rimba Makong ini menjelaskan  bahwa ini dilakukan dalam rangka mengajak para pegiat lingkungan untuk terus aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan,  karena selama ini menurutnya oasistala bersama beberapa organisasi pencinta alam lainnya melihat kondisi lingkungan saat ini cukup memprihatinkan.

“Bagi kami lingkungan hari ini tidak layak untuk dihuni,” kata Makong.

Belum lagi persoalan sampah yang belum dikelola dengan baik dalam hal ini dinas terkait seperti Dinas KKTK (Kantor Kebersihan dan Tata Kota) Lombok Timur lebih cenderung menangani masalah sampah hanya di seputaran kawasan perkotaan saja, padahal imbuhnya dinas terkait tersebut juga harus terjun melihat kondisi sampah yang ada di desa-desa, tidak terkecuali desa terpencil.

Namun menurutnya persoalan ini juga tidak bisa dibebankan hanya pada dinas terkait, melainkan perlu adanya kesadaran dari masyarakat dan pemerintah agar bersama-sama dalam menjaga lingkungan.

“Sampah itu harus dikelola dengan baik dan berkelanjutan,” ungkap pria berambut gondrong ini.

Ia juga menambahkan bahwa Oasistala saat ini sudah berupaya maksimal dalam melakukan kampanye-kampanye mengenai pentingnya menjaga lingkungan, hal ini dibuktikan salah satunya dalam bentuk pembinaan terhadap sekolah-sekolah di wilayah Lombok Timur dalam bentuk ekstrakurikuler.

“Sampai saat ini tercatat ada 15 Sekolah yang sudah menjadi binaan Oasistala, dan untuk di sekolah-sekolah kami beri nama Sispala atau siswa pencinta alam,” paparnya.

Selain melakukan pembinaan di sekolah-sekolah pihaknya juga mengku tetap berkoordinasi dengan organisasi pencinta alam yang lain seperti Gema Alam NTB dan beberapa organisasi Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) di Lombok Timur serta organisasi lainnya. (tur)