BUPATI : STQ SARANA MEWUJUDKAN MASYARAKAT QUR’ANI.

Bupati Lombok Timur Dr. Ali Bin Dachlan dalam sambutannya pada acara pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an ( STQ ) ke-XXIV mengatakan bahwa kegiatan STQ merupakan salah satu sarana dari sarana lainnya untuk mewujudkan masyarakat berprilaku Qur’ani, karena momentum STQ ini akan membangkitkan kembali Ghirah ummat Islam membaca dan menghayati Isi Alqur’an.
Lombok Timur, CR – Ditengah-tengan arus moderansiasi dan Globalisasi saat ini, Ummat Islam masih saja menganut pola lama, yakni senang membaca Al-qur’an, namun malas menghayati dan nmengamalkan Al-Qur’an. Maka kesempatan STQ ini, tidak hanya melakukan evaluasi bacaan peserta, namun bisa dijadikan sebagai media untuk meningkatkan semangat ummat Islam mempelajari Al-Qur’an.
“ Kita harus mengakui bahwa sekarang ini, semangat beragama kita sedang menurun,” kata Bupati Lombok Timur H. Moch Ali BD..
Salah satu penyebab menurunnya semangat keislaman umat menurut mantan Rektor UGR ini adalah, gemar membaca namun malas menghayati isi Al-Qur’an..Kondisi ini Kata Bupati diakui oleh para oreantalis barat, bahwa kitab suci yang paling bayak dibaca dari sekian kitab suci agama adalah Al-Qur’an, dari aspek ini umat Islam juara, namun dari aspek pengamalan, kita masih ketinggalan jauh, terangnya.
Pada momen STQ ini, bagi bupati tidak penting siapa yang juara dan paling bagus suaranya melantunkan ayat-ayat Suci Al-Quran, namun bagaimana kegiatan ini mampu mengilhamai ummat untuk terus mau mengkaji isi Al-Qur’an,. sehingga suatu saat kita akan menemukan dimana sebagian besar masyarakat Islam berprilaku Qur’ani..
Untuk menuju masyarakat Qur’ani tesebut, even-even Tilawatil Qur’an seperti ini harus diperbanyak, minimal ada efek postif dari gelaran kegiatan STQ yang dilaksanakan disetiap kabupaten dan kecamatan..
Pada kesempatan itu juga, ia mengungkapkan kebanggaannya untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB ) menjadi tuan rumah Musabaqah Tilatil Qur’an ( MTQ ) ke-XXIV setelah pertama pada tahun 1970 menjajdi tuan rumah MTQ.
“ Kita patut bangga provinsi kita ditunjuk menjadi tuan rumah MTQ,” ujar Bupati.
Sementara itu Ketua Panitia STQ Ke-XXIV Nuso Pranoto dalam laporannya menyebutkan total peserta sebanyak 259 orang dengan 65 Pendamping.. Selanjutnya cabang-cabang yang akan ditandingkan yakni Cabang Tilawah Putra-Putri diikuti 39 peserta. cabang Tilawah Remaja Putra putri dikuti 40 peserta, cabang Tilawah Peserta Putra Putri diikuti oleh 36 Peserta.
Selanjutnya cabang Qiro’atussab’ah Putra dan Putri diikuti 14 Orang peserta, cabang Tahpiz 1 Juz Putra dan Putri diikuti sebanyak 38 Peserta. Cabag Tahpiz 5 Juz Putra dan Putri diikuti 32 orang peserta. Cabang Tahpiz 10 juz Putra dan Putri dikuti sebanyak 25 peserta. Tahpiz 20 Juz Putra dan Putri diikuti oleh 16 peserta. Tahpiz 30 Juz Putra dan Putri diikuti oleh 10 persrta. Dan cabang Tahpiz Bahasa arab Putra dan Putri diikuti 9 peserta..
Sebelumnya Ahad Siang ( 22/5 ). Seluruh Kapilah dan masyarakat Umum memeriahkan Pawai Taaruf yang diikuti oleh seluruh Komponen dari 20 Kecamatan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat ( Kesra ) Setdakab Lotim Cucu Mansur yang di Konfirmasi sebelumnya menjelaskan untuk Kecamatan Selong jumlah peserta sebanyak 20 terdiri dari 3 Oficial dan mengikiti 10 Mata Lomba, kemudian Kecamatan Labuhan Haji, 16 peserta terdiri dari 3 Oficial dan hanya dapat mengikuti 8 Mata Lomba.
Untuk kecamatan Sukamulia 20 peserta, terdiri 3 orang opicial mengikuti seluruh mata Lomba. Kecamatan Suralaga sebanyak 20 Peserta dengan 4 opicial dan mengikuti Seluruh Mata Lomba, Kemudian Kecamatan Masbagik, jumlah peserta sebanyak 17 Orang terdiri dari 4 Opicial dan mendaftarkan hanya 7 Mata Lomba. Kecamatan Pringgasela sebanyak 14 peserta dengan 4 opicial dan mengikuti 7 Mata Lomba.
Selanjutnya Kecamatan Sikur sebanyak 13 Peserta dengan 3 opicial, dan mengikuti 7 Mata Lomba. Kecamatan Terara dengan jumlah peserta 13 dengan 13 opicial mengikuti sebanyak 5 Mata Lomba. Kecamatan Montong Gading sebanyak 13 peserta terdiri 3 opicial dan mengikuti sebanyak 7 mata Lomba. Kecamatan Sakra sebayak 15 Peserta terdiri dari 3 Opicial, dan mengikuti 8 Mata Lomba.
Selanjutnya Kecamatan Sakra Timur sebanyak 11 Peserta terdiri 3 opicial dan mengikuti 4 Mata Lomba.Kemudian Kecamatan Sakra Barat sebayak 15 peserta dengan 3 Opicial dan mengikuti mata Lomba Sebanyak 8 mata Lomba. Kecamatan Keruak dengan jumlah peserta sebanyak 22 terdiri dari 4 opicial dan mengikti seluruh mata Lomba, Kecamatan Jerowaru sebanyak 20 Peserta dengan 3 opicial dan mengikuti seluruh mata lomba. Kecamatan Aikmel dengan jumlah peserta 19 orang dan 3 opicial dan mengikuti 9 Mata Lomba.
Selanjutnya Kecamatan Wanasaba Sebanyak 14 peserta dan 3 orang opicial dan mengikuti 7 mata Lomba. Kecamatan Pringgabaya 14 peserta dan mengikti 7 Mata Lomba, Kecamatan Suela 15 Peserta dengan 3 Opicial dan mengikti 7 mata Lomba. Kecamatan Sambelia 15 peserta dan mengikti 7 Mata Lomba dan Kecamatan Sembalun 19 peserta dan 5 opicial dan 9 mata Lomba.
Sumber anggaran penyelenggaran STQ ini Lanjut Matan Sekdis PU ini bersumber dari APBD Sebesar Rp. 1 Milyar lebih, dan dana ini digunakan mulai dari pembiayaan STQ, tingkat kabupaten, Provinsi dan Nasional.. (One)

