Penerbitan Akte Kelahiran Gratis, Dukcapil keluhkan Kendaraan Pendukung

Program penerbitan akte kelahiran gratis oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatatn Sipil (Dukcapil) Lombok Tengah terus berjalan, hingga saat ini masing-masing kecamatan dalam proses penerbitan akte tersebut.

Kadis Dukcapil Loteng
Kadis Dukcapil Loteng H. Darwis SH MH

Lombok Tengah, CR – Pihak Dukcapil hanya memfasilitasi masyarakat disetiap kecamatan  selama tiga hari. Kebijakan ini sudah berjalan sejak tanggal 28 Maret yang lalu hingga 06 Mei mendatang. Program ini merupakan salah satu program 100 hari kepemimpinan Suhaili-Fathul dan merupakan usulan legislatif  dalam hal upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat dengan sistem jemput bola ke kecamatan agar target 85% bisa tercapai sekaligus menjalankan amanat pusat.
Demoikian diungkapkan Kepala Dinas Dukcapil H. Darwis S.H M.H saat menyampaikan pemaparannya mengenai LKPJ dihadapan Pansus DPRD kabupaten Lombok Tengah, Selasa (19/04/2016) di Ruang Rapat utama DPRD Loteng.

Seperti kita ketahui bahwa Mendagri telah mengeluarkan edaran ke semua daerah di Republik ini perihal akte kelahiran anak dari umur 0 sampai 18 tahun, Permendagri nomer 9 tahun 2016 tentang percepatan peningkatan cakupan kepemilikan akte kelahiran.

Seperti informasi sebelumnya, terkait jadwal penerbitan di kecamatan, Kecamatan pujut tanggal 28-30 Maret, Praya Timur tanggal 31 maret – 2 April, Janapria tanggal 4-6 April, Kopang tanggal 7-9 April,kecamatan Jonggat tanggal 11-13 April,Praya Barat Daya tanggal 14-16 April.

Kemudian yang masih belum selesai yakni kecamatan Pringgarata dari tanggal 18-20 April yang akan datang , Praya Barat 21-23 April, Batu kliang tanggal 25-27 April, Praya Tengah Tanggal 28-30, Batu Kliang Utara (BKU) tanggal 2-3 Mei dan terakhir Kecamatan Praya tanggal 4-6 Mei mendatang.

“Hari Sabtu pun kami masuk dan melayani masyarakat untuk mencapai terget ini, namun yang masih jadi kendala dalam melaksanakan program ini adalah kurangnya sarana  operasional pendukung yang kita miliki seperti mobil operasional, kita minjam di BK2KB untuk mobil operasional dan sampai-sampai mobil dinas Kaadis juga digunakan, saya berharap kepada bapak-bapak bisa mengadakan mobik operasional untuk kami,”terangnya.

Salah satu anggota dewan yang kerap disapa  Abah Dos panggilan akrabnya dihadapan anggota Pansus menyatakan bahwa mengenai Mengenai salah satu keluhan Kadis Dukcapil ini, ia salah satu yang hadir saat ini dari Komisi I berjanji akan mengusulkan untuk pengadaan mobil operasional ke pimpinan agar segera terealisasi, Abah Dos tidak ingin program yang baik terhambat karna hal-hal seperi itu, (Tar)