Pemkab Lotim Gandeng PUSKA UI Gelar Pelatihan Perubahan Iklim

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Badan Pelaksana  Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Lombok Timur bekerjasama dengan Pusat Kajian Antropologi UI (PUSKA UI) melaksanakan kegiatan pelatihan bagi pelatih- penyuluh dan petani pemandu untuk memandu warung ilmiah lapangan

Suasana pelatihan Penyuluh
Suasana pelatihan Penyuluh dan petani pemandu yang diadakan  Pemkab Lotim dengan menggandeng PUSKA UI

Lombok Timur, CR- Kegiatan yang bertempat di aula kantor UPP BP4K Jerowaru tersebut dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 11 sampai 15 april 2016 dengan narasumber  Prof. C (kees) J.Stigter Ph.d salah seorang Agromet Vision Netherland, Africa dan Indonesia dengan  Prof. Yunita T. Winarto, MA, Ph.D  Guru Besar Antropologi FISIF UI

 

Ir. H. Qudratulloh Fauzi, M.Si selaku kepala BP4K Lombok Timur melalui Nasruddin Kepala UPP Kecamatan Keruak mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka perluasan upaya penyajian jasa layanan iklim melalui Science Field Shops (Warung Ilmiah Lapangan) kepada para penyuluh dan para petani yang ada di Kecamatan Jerowaru, Sakra dan Keruak.

 

”Kegiatan pelatihan bagi pelatih penyuluh dan petani pemandu untuk memandu ini kita lakukan dalam rangka perluasan upaya penyajian jasa layanan iklim melalui Science Field Shops,” ungkap Nasruddin ketika di wawancarai Corong Rakyat . Senin (13/03/2016)

 

Nasruddin juga berharap kepada para peserta agar mengikuti pelatihan tersebut dengan sebaik- baiknya lebih-lebih kaitanya dengan iklim yang saat ini kekeringan melanda kawasan Lombok Timur, dia juga berharap kedepan dengan adanya pelatihan tersebut para petani dan penyuluh akan menjadi handal, terutama dalam membudidaya hasil pertanian.

 

“Kami berharap agar para peserta mengikuti pelatihan tersebut dengan sebaik-baiknya, terutama kaitannya dengan iklim yang saat ini kekeringan melanda kawasan Lombok Timur dan saya juga berharap bahwa kedepan para petani dan penyuluh akan menjadi handal terutama dalam membudidayakan hasil pertanian setelah melakukan pelatihan,” tambahnya (Met)