
Lombok Timur, CR– Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap Tanggal 21 Pebruari, sejumlah Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda ( OKP) melakukan kegiatan bersih pantai, dari Pantauan CR, ratusan masyarakat memadati Pantai Labuhan Haji sampai ujung Pantai Darmawangi Kecamatan Labuhan Haji.
Bersih pantai ini juga dilakukan oleh Gerakan Pramuka Kabupaten Lombok Timur, Himpunan Mashasiswa Islam ( HMI ) Cabang Selong, Majelis Daerah
Kahmi Lotim dan sejumlah OKP Lainnya.
Dengan menbawa Kantong plastik, sampah orgnik dan anorganik disisir habis, ada juga yang langsung membakar sampah dari unsur kayu diareal
setempat.
Masyarakat dalam menyambut HPSN ini, sudah terlihat memadati Pantai Labuhan Haji sejak pukul 06,00 Wita, dan langsung terjun kebibir pantai.
Ketua Presidium Kahmi Lotim bersama rombongan yang ditemui di lapangan mengatakan, bahwa bersih pantai ini seyogyanya tidak hanya dilakukan
hanya dalam konteks memperingati Hari Peduli Sampah Nasional ( HPSN )saja, namun harus dilakukan setiap saat, selain memperindah pantai Labuhan Haji, aktivitas ini juga sekaligus pembelajaran bagi pedagang sekitar areal pantai, bahwa Kebersihan pantai merupakam kebutuhan bisnis.
“ Saya pastikan, para pedagang tidak akan pernah meningkat pembelinya bila kelihatan kotor dan bau amis,” Jelasnya.
Ia meminta agar dinas terkait seperti Kantor Kebersihan dan Tata Kota ( KKTK ) Lotim harus memberikan penguatan kepada Pedagang dan masyarakat sekitar, bahwa kebersihan Pantai mendatangkan beribu berkah dan faedah, mininal volume belanja pengujung semakin meningkat setiap hari dan akan berdampak pada pendapatan para pedagang sekitar pantai yang paling penting, dengan bersihnya pantai ini, kesejahteraan masyarakat Labuhan Haji semakin meningkat.
“ Kalau pengunjung nyaman, pasti ramai dan masyarakat Labuhan, minimal mendapat faedah dari sektor perparkiran,” ujarnya.
Ketua Kahmi Lombok Timur Akhmad Roji SE, melihat belum ada pelibatan secara berjamaah antara pihak desa, masyarakat Labuhan Haji dan pedagang sekitar, hal ini dilihat masih minimnya bak sampah diareal pedagang pantai, hal ini menambah kesemerautan pasir di bibir pantai.
“ Harus diajarkan para pedagang agar menyediakan bak sampah dan asbak, banyak pengujung di areal lapak, puntung rokok berserakan dimana-mana,” Jelasnya.
Ia melihat dari antusiasme masyarakat melakukan aktivitas olahraga dan Sunrice pada hari Minggu dan pada setiap hari libur semakin meningkat, hal ini
merupakan potensi Pendapatan Asli Desa ( PADes ) dan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) bila dilihat dari aspek binis, namun ia melihat potensi tersebut dibiarkan bagaikan mutiara yang para pihak enggan menggalinya.
“ Saya rasa kalau kita nyaman, pantainya bersih, tidak akan sampai pengujung lapor polisi bila dipungut retribusi 1000 rupiah untuk sekedar karcis masuk,” jelas Akhmad Roji yang biasa dipanggil Bang Oji oleh Kader Kahmi dan HMI.(One)

