Ketua FRB Minta Kejaksaan Audit Dana Bansos dan Reses Dewan Lotim

Eko Rahady SH yang juga sebagai pengurus Partai Gerindra Lombok Timur
Eko Rahady SH yang juga sebagai pengurus Partai Gerindra Lombok Timur

Lombok Timur, CR – Ketua Forum Rakyat Bersatu (FBR) Lombok Timur Eko Rahadiy SH, belakangan ini mulai getol menyoroti soal dana Bantuan Sosial (Bansos) dan dana Aspirasi serta reses Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Lombok Timur.

Menurut Eko Rahadiy, kenapa saat ini mereka dari FBR Lotim begitu getol menyoroti soal dana Reses dan Bansos serta Aspirasi DPRD Lotim, karena dugaan yang dapat kami serap di masyarakat saat ini, lanjut Eko, banyak anggota dewan yang menggunakan dana-dana tersebut secara fiktif. Terutama  terkait dengan penggunaan dana Reses, hanya dengan mengantongi stempel dan tandatangan Kadus, maka reses dianggap sukses dan tidak perlu ada pertemuan secara terbuka dengan masyarakat

“ Hal tersebut juga dapat kita buktikan secara langsung di masyarakat apa bila kita mau melakukan survei dengan detail di masing-masing dapil para anggota Dewan,” sampainya.

Oleh karenanya, mengingat saat ini terkait dengan Bansos dan Anggaran Reses dan Aspirasi Dewan tengah ramai diperbincangkan dan dikeluhkan oleh tasyarakat, saya berharap Kejaksaan Negeri Selong mau turun juga memantau dana-dana tersebut ke desa-desa, agar dana-dana tersebut betul-betul berguna bagi masyarakat, harapnya.

Selain itu, Eko juga berharap kepada pihak Kejaksaan untuk mau melakukan pemantauan terhadap dana bansos ternak sapi anggota dewan yang ada di kecamatan suralaga, yang diduga tidak sesuai peruntukannya.

Ditempat terpisah, ketika wartawan media ini menemui Sekretaris Dewan (Sekwan) guna kepentingan meminta copian data-data hasil reses seluruh anggota dewan di kabupaten Lombok Timur. dikatakan oleh sekwan, data-data hasil reses anggota dewan kemarin belum bisa di print out karena semuanya belum lengkap laporannya, singkat Sekwan H. Afharudin S.Ap. (Ari)