
Tim Buru Sergap Polres Lombok Timur akhirnya berhasil menangkap pelaku pemerkosaan ES, siswi salah satu Madrasah Aliyah di Kecamatan Sakra Timur. Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut pada hari Sabtu (01/11) jam 15.00 Wita, berkat kesigapan tim Buser Polres Lombok Timur kelima pelaku berhasil dibekuk dan langsung digelandang ke Polres Lombok Timur.
Lombok Timur, corongrakyat.co.id – Polres Lombok Timur patut diacungi jempol, berkat kesigapan petugas yang dengan cepat bergerak setelah mendapat laporan dari keluarga korban pemerkosaan dengan TKP kwangwae Desa menceh, kelima tersangka dapat dibekuk di tempat yang berbeda. Sepertinya tersangka berniat untuk melarikan diri, tapi beruntunglah petugas cepat bertindak sehingga mereka bisa dibekuk.
Penangkapan kelima tersangka ini di tempat yang berbeda, MA (17) pacar korban ditangkap di Dusun Bagek Gaet Desa Pohgading timur Kec. Pringgbaya. Lalu Tim Buser melanjutkan penangkapan Su (22) di Desa Gelanggang Kec. Sakra Timur, sedangkan ketiga tersangka yakni Sat (19 th), SB(21 th) dan SH (23 th) dibekuk di Pancor Sanggeng Kelurahan Sekarteja.
Kapolres Lombok Timur AKBP Dede Alamsyah Sik, melalui Kasubag Humas IPTU I Komang Samia menjelaskan bahwa memang benar telah terjadi penangkapan terhadap 5 orang tersangka kasus pemerkosaan dengan TKP Kwangwae.”Berkat kesigapan Tim Buser kelima tersangka dibekuk di tempat yang berbeda, saat ini tersangka dalam pemeriksaan yang instensif oleh penyidik PPA. Pelaku diancam dengan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” jelas kasubag humas Polres Lotim. (senin,03/11)
Latar belakang terjadinya penangkapan pelaku akibat laporan dari keluarga ES korban pemerkosaan di pantai Kwangwae, Sabtu (01/11) sekitar jam 15.00 Wita Korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum dr Soedjono Selong dan keluarga korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres.
Korban yang dirawat di RS Soedjono Selong masih dalam keadaan trauma sehingga wartawan dilarang masuk untuk melihat korban yang tidak ditemui orang lain selain keluarga dekatnya. ”Korban masih dalam perawatan yang Instensif,” ujar salah seorang tenaga medis yang memeriksanya. (cr-lia)

