Ketua Umum Liga NWDI, Saiful Hadi, menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas dan ketenangan di tengah berbagai dinamika sosial-politik yang berkembang di daerah. Imbauan ini terutama ditujukan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam gerakan pemekaran wilayah, agar mengedepankan cara-cara damai dan bermartabat.
Ajakan ini disampaikan menyusul aksi unjuk rasa oleh massa dari Pulau Sumbawa yang sempat memanas dan berujung bentrok dengan aparat keamanan. Ketegangan meningkat saat terjadi aksi saling dorong antara massa dan petugas di tengah upaya menjaga situasi tetap kondusif.
Menurut Saiful Hadi, pentingnya menjaga ketenangan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. “Saat ini rakyat sedang berjuang memulihkan ekonomi pasca-pandemi dan menghadapi tekanan harga kebutuhan pokok yang makin tinggi. Dalam situasi seperti ini, kestabilan wilayah adalah syarat mutlak agar roda ekonomi bisa terus berputar,” jelasnya.
Ia menyoroti secara khusus aksi massa di Pelabuhan Poto Tano dan Kayangan yang berpotensi menghambat arus barang dan jasa antarwilayah. Kedua pelabuhan tersebut merupakan jalur vital penghubung ekonomi antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Gangguan pada titik-titik ini akan berdampak langsung pada distribusi logistik, keterlambatan suplai bahan pokok, dan naiknya biaya transportasi barang, yang akhirnya dibebankan kepada masyarakat kecil.
“Jika jalur logistik terganggu, pedagang pasar kesulitan stok, nelayan dan petani tak bisa memasarkan hasil, dan UMKM tidak bisa berkembang. Ini akan memperparah ketimpangan ekonomi. Kita tidak boleh mengorbankan kebutuhan dan penghidupan rakyat hanya demi kepentingan politik sesaat,” tegasnya.
Saiful menekankan bahwa pembangunan dan perubahan wilayah, termasuk wacana pemekaran, harus dilakukan secara terbuka melalui dialog kebudayaan dan partisipasi semua pihak: masyarakat, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh pemuda, dan pelaku usaha.
“Semua langkah perubahan harus berpijak pada kepentingan jangka panjang, bukan tekanan jalanan. Solusi berkelanjutan hanya bisa lahir jika semua duduk bersama, mendengar suara rakyat, dan mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, dan politiknya secara utuh. Liga NWDI berdiri di tengah, mendorong proses damai dan solutif,” tambahnya.
Sebagai Ketua Lintas Generasi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (Liga NWDI), Saiful Hadi kembali menekankan bahwa menjaga kondusifitas adalah tanggung jawab bersama. “Kita ingin daerah ini tetap menjadi tempat yang layak huni, aman untuk usaha, dan menjanjikan bagi generasi muda. Jangan sampai tindakan segelintir orang mengacaukan masa depan banyak orang,” tutupnya.|| BangWan

